Menko Airlangga Apresiasi Kinerja Ekspor Pertanian
Lobam, Kepri – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Menteri
Koordinator Perekonomian Airlangga dan sejumlah menteri bidang
perekonomian lainnya, melepas ekspor produk pertanian di kawasan
Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam, Kepulauan Riau, Sabtu (26/9).
Saat memberikan sambutan, Airlangga menyampaikan harapan, ekspor yang
dilaksanakan hari ini dapat dijadikan rujukan untuk direplikasi di
daerah lainnya.”Ini adalah ekspor yang luar biasa dan diharap dapat
direplikasi diberbagai daerah karena kita adalah negeri rayuan pulau
kelapa,” ungkap Menko Arilangga dikutip dari laman resmi Kementerian
Pertanian, Senin (28/9).
Komoditas pertanian yang diekspor yang dikedepankan kali ini adalah
produk olahan kelapa meliputi santan kelapa tujuan Jerman dengan
volume 70 ribu kilogram senilai Rp1,6 miliar dan bubuk kelapa tujuan
India dengan volume 108 ribu kilogram senilai Rp 1,2 miliar.
Airlangga menyebutkan produk olahan kelapa Indonesia saat ini menjadi
salah satu komoditas unggulan. Apalagi salah satu produk olahannya
bisa meningkatkan imunitas tubuh.
“Tadi Pak Syahrul cerita kalau minyak VCO (virgin coconut oil.red)
bisa meningkatkan imunitas tubuh manusia. Sehingga dalam kondisi
pandemi sekarang,permintaannya juga meningkat,” terang Airlangga.
Selain produk olahan kelapa, komoditas lainnya yang diekspor adalah
arang dengan Malaysia bervolume ekspor sebesar 7 ribu kilogram senilai
Rp 49 juta; karet dengan tujuan China, UEA, Kanada, Jepang, Turki dan
Amerika Serikat dengan volume sebesar 2 juta kilogram senilai Rp35,27
miliar; dan babi potong hidup tujuan Singapura sebanyak 915 ekor
dengan nilai ekonomi Rp3,3 miliar.
Pada kesempatan yang sama, Syahrul menyebutkan bahwa Kementerian
Pertanian (Kementan) memiliki program strategis Gerakan Tiga Kali
Ekspor (Gratieks). Melalui program ini, diharapkan sektor pertanian
bisa menjadi penopang kemajuan ekonomi.
“Dalam lima tahun ke depan, secara terukur kita harapkan peningkatan
ekspor pertanian sebanyak tiga kali lipat itu bisa kita capai.
Berdasarkan data kami, 544 kabupaten/kota sudah teridentifikasi
memiliki potensi untuk ekspor,” ucap Mentan.
Syahrul pun berharap kinerja ekspor komoditas pertanian bisa terus
meningkat. Apalagi bisa ditopang sinergi lintas sektor dan lembaga.
Diharapkan sektor pertanian pun bisa semakin menopang perekonomian
nasional.
Pada periode bulan Januari sampai dengan Agustus 2020, Syahrul
menyebutkan ekspor sektor pertanian Indonesia meningkat sejumlah 8,82
persen,yakni mencapai Rp258 triliun. Peningkatan nilai ekspor
pertanian turut disumbang oleh sejumlah komoditas unggulan baru.
“Porang, sarang burung walet, daun ketapang, sarang semut hitam,
sarang semut putih, merupakan komoditas-komoditas ekspor baru
pertanian yang bisa memberikan peningkatan ekspor pertanian,”
pungkasnya.
Mentan kemudian memaparkan bahwa di dalam organisasinya terdapat Badan
Karantina Pertanian sebagai instrumen strategis dalam ekspor produk
pertanian bertanggung jawab dalam pemberian Sertifikat Karantina,
sertifikat sanitary dan phytosanitary, produk-produk pertanian.
“Karantina pertanian kita sudah berbasis online dan kami selalu
pastikan tidak boleh sampai ada masalah. Setiap jumat kita kontrol.
Karantina kami juga berfungsi seperti konsultan. Jadi kalau ada yang
kesulitan dan bermasalah dalam proses ekspor, bisa berkonsultasi
dengan mereka,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Syahrul juga menyampaikan harapan kerjasama
dengan Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi agar dapat melaksanakan
pengadaan pohon kelapa berjumlah satu juta pohon.
“Kalau pak Menko izinkan, saya ingin mengembangkan satu juta pohon
kelapa. Kita lihat kelapa dari akar sampai dengan daunnya bisa
menghasilkan devisa bagi Indonesia. Dengan satu juta dengan model
cluster, kelapa genjah, kita bisa menghasilkan 150 buah dalam satu
tahun,” harapnya.
Selain Airlangga dan Syahrul, dalam pelepasan ekspor kali ini, turut
hadir Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia Teten
Masduki, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Menteri
Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Sumber foto : laman resmi Kementerian Pertanian