Masyarakat  Banten Diajari  Bangun Coral Stock Center

Jakarta (Indoagribiz)—- Guna meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) mengajak masyarakat mengembangkan pusat stok karang atau coral stock center (CSC) di Pantai Ketapang, perairan Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Plt. Dirjen Pengelolaan Ruang laut (PRL), Hendra Yusran Siry mengatakan, terumbu karang merupakan rumah bagi ikan. Apabila terumbu karang rusak maka populasi ikan akan berkurang.

“Masyarakat perlu diperkuat dengan berbagai edukasi untuk melestarikan terumbu karang. Salah satunya adalah melalui bimbingan teknis dalam merehabilitasi terumbu karang dengan pembuatan coral stock center,” jelas Hendra, dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (19/7).

Sementara itu, Kepala LPSPL Serang Iwan Taruna Alkadrie mengatakan, melalui kegiatan ini wilayah Kabupaten Serang akan memiliki coral stock center yang dapat dimanfaatkan untuk merehabilitasi kawasan pesisir, karang hias dan kegiatan pelestarian alam lainnya yang terdapat di wilayah perairan Banten.

Salah satu pengajar Asosiasi Koral Kerang dan Ikan Hias Indonesia (AKKII), Dr. Suryo Kusumo juga berbagi teknik mengenai penyusunan dan cara menangani koral yang diterima agar tidak mati karena stress dan dokumen-dokumen yang dibutuhkan ketika kelompok mendapat bantuan koral dari perusahaan agar dapat diketahui dengan jelas asal usul dari koral tersebut.

“Mempelajari jenis-jenis koral beserta nama lokal dan nama ilmiahnya adalah hal penting agar menjadi nilai tambah ketika ada wisatawan yang berkunjung, sehingga dapat menjelaskan secara rinci perbedaan masing-masing koral,” papar Suryo.

Selain materi kelas juga ada praktek lapangan dengan melakukan pemasangan bibit dan rak transplantasi di pesisir laut pantai Ketapang yang dilakukan oleh tim Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut (KABL) Sukarame. Kegiatan yang dilaksanakan pada akhir Juni lalu ini sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan agar para nelayan dan masyarakat pesisir selalu mendapatkan pengetahuan tentang menjaga ekosistem laut, sehingga perairan di Indonesia dapat menjadi masa depan bagi generasi yang akan datang. (ind)

Sumber Foto. Dok: Humas Ditjen PRL