Jakarta – Perusahaan multinasional finansial Mastercard dan lembaga PBB World Food Programme (WFP) berkomitmen memberantas rantai kemiskinan glonal dengan mengurangi kekurangan pangan serta mendorong inklusi untuk pemberdayaan masyarakat.

“Mastercard dan WFP telah memberikan program-program inovatif untuk membantu membangun sebuah dunia yang bebas dari kelaparan dan memberantas rantai kemiskinan. Inisiatif 100 Juta Makanan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat paling miskin dan sangat kekurangan serta terpinggirkan di seluruh dunia,” kata President Mastercard International, Ann Cairns, dalam rilisnya di Jakarta, Senin (31/7).

Menurut Ann Cairns, dengan menggabungkan keahlian Mastercard di bidang teknologi dan sistem pembayaran serta upaya-upaya WFP dalam memberikan bantuan makanan ke seluruh dunia, dapat memanfaatkan inovasi untuk membantu memastikan banyak orang akan terjangkau oleh program ini.

Komitmen itu menggabungkan keahlian Mastercard dalam hal teknologi dan inovasi digital serta upaya WFP dalam menyediakan bantuan makanan pokok dan program pembangunan ketahanan pangan bagi masyarakat yang rentan dan kurang mampu. Sedangkan program 100 Juta Makanan merupakan sebuah inisiatif global yang dirancang untuk mengumpulkan dana serta pangan bagi masyarakat yang membutuhkan di seluruh dunia.

Sebagaimana diketahui, salah satu dari empat poin dari Sasaran Pembangunan Berkelanjutan yang telah dideklarasikan oleh PBB adalah “Zero Hunger” atau Tidak Ada Kelaparan.

Sementara itu, Executive Director WFP, David Beasley, mengatakan bahwa selama beberapa tahun kemitraan ini berjalan, Mastercard telah membantu organisasi tersebut dalam mengubah cara berbisnis mereka.”Upaya Mastercard dalam memberantas kelaparan merupakan sebuah contoh yang menginspirasi tentang bagaimana sektor swasta memainkan peranan penting dalam kegiatan sosial,” tutur dia.

Sebelumnya, pada tahun 2012, Mastercard membantu WFP mempersiapkan sistem perintis untuk menyediakan kartu prabayar bagi para pengungsi Suriah di Libanon dan Yordania. Sejak saat itu, sebanyak 2,2 juta pengungsi Suriah telah menggunakan kartu ini untuk membeli makanan di toko-toko lokal, yang memungkinkan mereka untuk memilih makanan bagi keluarganya.