Lombok Barat(INDOAGRIBIZ) – Data KKP menunjukan konsumsi ikan di Lombok Barat relatif kecil yaitu hanya sebesar 25,49 kg per kapita di tahun 2018, sedangkan angka konsumsi ikan Provinsi NTB di tahun yang sama sudah mencapai 46,02 kg/kapita. Dalam upaya meningkatkan konsumsi ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar kegiatan Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan).

 

Bertempat di Puskesmas Penimbung, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Selasa (17/9) diadakan gelaran kampanye Gemarikan untuk penanganan dan intervensi terhadap stunting melalui kegiatan edukasi tentang manfaat mengonsumsi ikan bagi tumbuh kembang anak dan pada 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan).

Dalam kegiatan tersebut dilakukan juga makan ikan bersama dan penyerahan paket Gemarikan yang berisi olahan ikan bagi masyarakat sekitar.

Direktur Pemasaran PDSPKP, Machmud menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memberi edukasi mengenai manfaat ikan dan kandungan gizinya khususnya kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan wanita usia produktif yang terkait langsung dengan 1000 HPK. Menurutnya, ikan sangat menentukan perkembangan otak dan kesehatan anak. Begitu juga bagi peserta anak-anak dari SDN 01 Desa Mambalan yang pernah terkena bencana gempa bumi tahun 2018.

Upaya pemerintah mendorong peningkatan konsumsi ikan mulai menunjukkan hasil. Wakil Bupati Lombok Barat, Sumiatun menyampaikan, kasus stunting di Lombok Barat mengalami penurunan. Kasus stunting di Lombok Barat tahun 2017 yang mencapai 49,8%, menurun menjadi 25,2% pada tahun 2019. Untuk itu menurutnya pihaknya akan memperluas upaya penanganan stunting ini.

“Penanganan stunting tahun 2018 di 10 lokasi, kami perluas menjadi 21 lokasi pada tahun 2019. Target Lombok Barat bebas stunting tahun 2024,” cetusnya.

Upaya penanganan stunting ini menurutnya dilakukan dengan menginstruksikan Kepala Desa/Lurah dan Camat untuk menyediakan menu ikan di acara keagamaan, mengadakan lomba masak serba ikan tingkat desa dan kecamatan, serta akan mewajibkan sekolah-sekolah mengadakan kegiatan makan bersama menu ikan minimal satu kali dalam seminggu.

Sementara itu, Ketua Forikan Provinsi NTB, Niken Saptarini menyampaikan bahwa stunting di wilayah NTB masih terdapat di 10 kabupaten/kota. Lombok Barat menempati urutan ke-3 setelah Lombok Timur dan Dompu. Berbagai upaya telah telah dilakukan untuk penanganan stunting yaitu dengan mengadakan edukasi di Posyandu (kelas ibu, kelas gizi, dan kelas balita), pemberian makan ikan kepada anak sekolah 1 kali per minggu, dan menetapkan wajib makan ikan 1 hari dalam satu minggu.