Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Ichsan Firdaus memandang perlu mengurangi ketergantungan pada impor sehingga Republik Indonesia bisa sepenuhnya benar-benar mewujudkan kedaulatan pangan terhadap berbagai komoditas sektor pertanian.

Dalam rilis yang diterima di Jakarta, Minggu (6/8), menyatakan bahwa pihaknya mendorong pemerintah agar serius mengembangkan beberapa produk hortikultura yang berdampak strategis bagi rakyat, seperti bawang putih yang masih selalu tergantung pada impor setiap tahunnya.

Menurut dia, setidaknya dalam waktu 5 tahun Indonesia bisa memotong hampir 50 hingga 60 persen ketergantungannya pada impor. Dengan jumlah impor bawang putih hingga sekitar 500,000 ton per tahun, hal tersebut seharusnya juga menjadi suatu peringatan bagi pemerintah.

Politikus Partai Golkar itu juga berharap pemerintah bisa mendorong agar para petani punya kepastian terhadap pasar untuk menjual dan mengembangkan produk mereka.

Sementara itu, lembaga Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan bahwa pemberian akses impor ke beragam perusahaan swasta bakal bisa menurunkan harga pangan.”Guna menurunkan harga pangan, kebijakan perdagangan seyogianya memberikan akses ke perusahaan-perusahaan swasta yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi secara lebih bebas dalam kegiatan importasi bahan pangan pokok,” kata peneliti CIPS bidang perdagangan dan kesejahteraan Hizkia Respatiadi.

Menurut Hizkia, langkah itu juga dinilai dapat memberikan suplai bahan pangan dalam jumlah yang memadai bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peringkat ketahanan pangan. Hizkia juga menyoroti impor sejumlah bahan pangan, seperti beras, gula, dan daging sapi, cenderung diwarnai oleh monopoli BUMN atau sejumlah kecil perusahaan swasta.

“Kondisi ini mengakibatkan terbatasnya pasokan bahan-bahan pangan tersebut sehingga harganya di pasaran menjadi mahal,” papar dia.

Ia mengingatkan ketahanan pangan memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam memberantas kemiskinan. Hal tersebut karena masyarakat prasejahtera di Indonesia dapat menghabiskan hingga 50 persen pendapatannya untuk membeli bahan pangan sehingga keterjangkauan harga pangan juga akan membantu mengangkat beban yang diemban masyarakat berpendapatan rendah.