Jakarta (IndoAgribiz). Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meningkatkan koordinasi dengan berbagai lembaga terkait dalam rangka mengawasi kelancaran distribusi pangan pada masa puasa dan lebaran.”KPPU dan Satgas Pangan akan aktif mengawasi kelancaran distribusi pangan seperti daging sapi,” kata Ketua KPPU Syarkawi Rauf dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (30/5).

Dia menegaskan bahwa KPPU dan Satgas pangan Polri juga bakal menindak tegas berbagai bentuk kartel pangan baik dari segi regulasi maupun dari sisi pidana. Ketua KPPU juga menyatakan bahwa kondisi pasokan daging sapi pada saat ini adalah surplus sehingga tidak ada alasan ada kenaikan harga yang melonjak untuk daging sapi di tingkat konsumen akhir.

“Apalagi bila sampai terjadi kelangkaan,” kata Syarkawi dan menambahkan, bila terjadi hambatan bisa dipastikan karena kendala distribusi. Menurut dia, Menteri Perdagangan pada saat ini juga sedang menata tata niaga sejumlah komoditas pangan karena selama ini dinilai regulasi hanya lebih mengatur sisi hulu sedangkan kurang terlalu dalam segi hilirnya.

Sebelumnya, Komisioner KPPU Saidah Sakwan mendorong pemerintah membuat manajemen stok pangan nasional dalam rangka memastikan ketersedian stok yang riil di tengah masyarakat.”Saat ini penting menata stok atau yang kita kenal dengan manajemen stok pangan nasional. Manajemen stok pangan nasional ini untuk memastikan infut stok dan memastikan konsumen mendapatkan barang dengan harga keekonomian yang baik,” ujar Saidah di Pontianak, Selasa (23/5). Saidah menjelaskan dengan adanya manajemen stok pangan nasional maka dapat melihat jarak antara asumsi pemerintah dengan ketersedian pangan di pasar secara riil.