INDOAGRIBIZ—Komisi IV DP RI mengapresiasi atas dukungan program perikanan budidaya, khususnya program gerakan pakan mandiri, yang dinilainya berhasil dan sangat bermanfaat bagi para pembudidaya ikan khusus skala kecil.

Ketua Komisi V DPR RI Edi Prabowo mengungkapkan, masalah pakan menjadi paling krusial yang harus dicarikan solusinya agar usaha budidaya bisa menghasilkan nilai tambah yang besar. Ia menegaskan, DPR terus berupaya agar ke depan anggaran untuk program ini bisa ditambah, sehingga dapat menyentuh semua masyarakat pembudidaya ikan.

“Kami Komisi IV sangat mengapresiasi upaya KKP yang konsisten mendorong program pakan mandiri. Kami saat ini sangat mendukung upaya KKP untuk lebih fokus menggarap potensi perikanan budidaya dan konsisten mengawal program Gerpari ini,” ungkapnya saat panen patin di Muaro Jambi, Jambi, pada Kamis (26/10/17).

Sebagaimana diketahui, KKP terus mendorong pengembangan pakan mandiri di sentral-sentral produksi. Program strategis KKP tersebut telah secara nyata memberikan dampak positif terhadap pengembangan usaha budidaya khususnya skala kecil.

Slamet berjanji bahwa program gerakan pakan mandiri (Grepari) akan terus digulirkan. Dirinya menggambarkan, di berbagai daerah penggunaan pakan mandiri mampu menekan biaya produksi dari semula >70 persen saat ini mampu ditekan hingga level <50 persen. Artinya paling tidak pembudidaya mampu meraup nilai tambah pendapatan pada kisaran nilai Rp2.000 – 3.000 per kg.

“Kami akan dorong pakan mandiri agar dapat mendongkrak efesiensi produksi pada usaha budidaya patin, khususnya di daerah Jambi. Saya pastikan jika nanti biaya produksi dapat ditekan dan nilai tambahnya meningkat, maka secara otomatis usaha budidaya patin akan bergairah. Kita akan tangkap peluang pasar patin ini secara optimal, tentunya dengan memperhatikan jaminan mutu dan keamanan pangannya,” ujar Slamet.

Timan, salah seorang pembudidaya patin di Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu mengaku bahwa penggunaan pakan mandiri sangat membantu untuk menekan biaya produksi budidaya, sehingga pendapatan bertambah. Saat ini budidaya patin telah menggunakan pakan mandiri hingga mencapai 60 persen. Dengan respon pakan mandiri yang baik, ia meyakini masyarakat kedepannya akan mulai beralih menggunakan pakan mandiri.

Sementara itu, secara nasional data produksi patin dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2012-2016) menunjukan tren positif dengan rata-rata kenaikan mencapai 4,28 persen. Tahun 2016 (data sementara) tercatat produksi patin nasional mencapai 392.918 ton. Dari angka tersebut Provinsi Jambi memberikan share sebesar 6 persen terhadap produksi patin nasional. Tahun 2016 produksi patin Provinsi Jambi tercatat sebesar 21.617,5 ton. [NSS]