Normal Baru, KKP Sebut Pelayanan Publik Prima Jadi Fokus
Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut bahwa
aspek pelayanan publik yang prima menjadi salah satu fokus dalam
memulai tahapan penyelenggaraan normal baru.
“Pelayanan publik yang prima menjadi salah satu fokus KKP dalam
memulai normal baru,” kata Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian
Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP Rina dalam siaran pers
di Jakarta, Jumat (17/7).
Ia mengemukakan bahwa adaptasi tatanan normal baru sangat diperlukan
pada masa pandemi seperti saat ini, misalnya dengan menyederhanakan
proses bisnis dan memanfaatkan teknologi dalam memberikan pelayanan ke
berbagai kalangan masyarakat.
Rina menuturkan pihaknya juga menggelar rangkaian acara Bulan Mutu dan
Karantina Ikan Tahun 2020, yang mengungkapkan pesan utama agenda
tersebut adalah layanan cepat dan tepat antara pengguna jasa dengan
petugas, serta memaksimalkan inovasi.
“Diharapkan UPT KIPM seluruh Indonesia berlomba-lomba memberikan
pelayanan kepada pengguna jasa secara maksimal sesuai dengan
kompetensi dan kapasitasnya dengan tetap berpegang pada protokol
kesehatan,” kata Kepala BKIPM.
Rina memaparkan sejumlah hal yang telah dilakukan oleh BKIPM terkait
tema pekan pelayanan publik tahun ini, meliputi keikutsertaan secara
aktif dalam gelaran Indonesia National Single Window (INSW).
Kemudian, lanjutnya, keterlibatan di single submission (SSM) dalam
rangka pelayanan satu pintu dengan basis manajemen risiko (ISRM),
pembayaran PNBP dengan sistem e-payment menggunakan mesin electronic
data capture (EDC), e-certificate antara Indonesia dengan Belanda, dan
pelaporan karantina berbasis internet (PPK online).
“Dalam pelayanan publik, BKIPM telah menerapkan standar pelayanan
publik yang telah dilakukan harmonisasi dengan peraturan perundangan
yang berlaku,” sambungnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan
kalangan pengusaha perikanan di Tanah Air jangan mencemaskan pandemi
karena dengan sinergi yang baik berbagai pemangku kepentingan,
berbagai hal bisa diatasi.
“Pelaku usaha perikanan tidak perlu khawatir meskipun wabah COVID-19
tengah melanda dunia. Pemerintah hadir melalui KKP untuk bekerja
bersama rakyat dengan cara menggandeng berbagai pihak untuk dapat
bersama-sama menghadapinya,” kata Menteri Edhy.
Menurut dia, permasalahan seperti pemasaran produk perikanan baik budi
daya maupun tangkap telah dicarikan solusinya yakni dengan menggandeng
Kementerian BUMN untuk menopang hasil produksi.
Melalui Perindo, Perinus maupun Kliring Berjangka, lanjutnya, hasil
produksi perikanan diyakini dapat terserap, karena sudah disiapkan
anggaran yang cukup banyak untuk mengatasi hal ini.
Ia menambahkan bahwa dirinya optimistis Indonesia dapat segera bangkit
melalui industri sektor kelautan dan perikanan yang menjadi andalan
pada masa yang akan datang.”Kami harap dapat memecahkan berbagai
masalah yang ada di sektor kelautan dan perika sebagaian serta membuat
Indonesia menjadi pemenang dalam menghadapi pandemi COVID,” papar
Edhy.