KKP Targetkan Rehabilitasi 200 Hektare Lahan Mangrove pada 2020
Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan
rehabilitasi lahan mangrove atau hutan bakau hingga seluas 200 hektare
di berbagai kawasan pesisir nasional selama 2020.
Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) KKP Aryo Hanggono dalam
siaran pers di Jakarta, Kamis (20/8), menyampaikan bahwa tahun 2020
ini KKP memiliki target untuk melakukan perbaikan kondisi ekosistem
mangrove dengan penanaman mangrove seluas 200 hektare di 12 lokasi.
“Salah satu lokasi prioritas terdapat di Lampung Timur dengan rencana
penanaman seluas 40 ha yaitu Desa Margasari dan Desa Sriminosari,”
kata Aryo Hanggono.
Menurut Aryo, rehabilitasi tanaman mangrove di lokasi ini bertujuan
untuk menangkal abrasi serta meningkatkan ekosistem laut.
Tak hanya itu, ujar dia, lokasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi
daerah ekowisata yang dapat memberikan mata pencaharian alternatif
bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Lampung Timur.
Aryo juga menyampaikan bahwa pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, KKP diberikan mandat untuk melakukan
rehabilitasi pesisir melalui penanaman mangrove seluas 1.800 hektare.
“Sampai tahun 2024, KKP berencana melakukan penanaman mangrove seluas
1.800 ha, mengingat hal ini merupakan target dalam upaya rehabilitasi
mangrove di Indonesia. Upaya lain yang dilakukan KKP dalam mendukung
rehabilitasi mangrove adalah dengan memfasilitasi lokasi mangrove
melalui pembangunan jalur mangrove dan pusat restorasi pembelajaran
ekosistem pesisir yang akan dibangun di 10 kabupaten/kota pada tahun
2021,” ujar Aryo.
Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil
Muhammad Yusuf mengungkapkan bahwa hutan mangrove adalah penyimpan
cadangan karbon biru yang melimpah selain fungsi utamanya sebagai
sistem penyangga pantai dari abrasi akibat gelombang dan naiknya
permukaan air laut.
“Indonesia memiliki 23 persen dari mangrove dunia, mangrove memegang
peranan penting sebagai pengendali karbon dunia selain sebagai
ekosistem penting pengendali ekosistem laut,” ujar Yusuf.
Yusuf juga mengajak masyarakat menjaga mangrove dari perusakan,
memanfaatkan ekosistem mangrove dengan cara yang bijak dan tetap
menjaga kelestariannya karena ekosistem mangrove sangat rentan dan
ekosistemnya terbatas.
Penanaman mangrove seluas 200 hektare akan dilakukan di 12 lokasi di
seluruh Indonesia, antara lain Provinsi Aceh terletak di Kabupaten
Aceh Utara, Provinsi Bangka Belitung terletak di Kabupaten Belitung,
Provinisi Sumatera Barat terletak di Kabupaten Pasaman Barat dan
Kabupaten Pesisir Selatan, dan Provinsi Lampung terletak di Kabupaten
Lampung Timur.
Kemudian, Provinsi Jawa Barat terletak di Kabupaten Cirebon, Provinsi
Jawa Tengah terletak di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Timur
terletak di Kabupaten Sampang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten
Lamongan, Provinsi Kalimantan Barat terletak di Kabupaten Menpawah,
dan Provinsi Nusa Tenggara Timur terletak di Kota Kupang.
Berdasarkan data KKP, luas mangrove di Indonesia mencapai 3,49 juta
hektare, namun 52 persen atau 1,82 juta hektare mangrove Indonesia
dalam kondisi rusak.