KKP Serahkan Bantuan KOMPAK Kepada Masyarakat Pulau Ay dan Pulau Rhun

Jakarta (Indoagribiz)—Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSPL) Sorong, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) kembali memberi bantuan konservasi kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Lawere. POKMASWAS ini  sebagai salah satu Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) di Kawasan Timur Indonesia pada (18/6) lalu. 

POKMASWAS Lawere memperoleh bantuan berupa 1 unit motor roda tiga, 1 unit laptop, 1 unit printer, 5 unit alat selam dasar, 3 unit HT, 1 unit underwater camera, 2 unit senter bawah air dan 15 potong pakaian seragam kelompok. Total  bantuan senilai Rp 92,27 juta.

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL), Hendra Yusran Siry menjelaskan KKP telah menyalurkan bantuan kepada 12 kelompok masyarakat di Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat dalam kurun waktu tahun 2018 hingga 2020 dengan total lebih dari Rp 1 miliar. Diharapkan, bantuan untuk Pulau Ay dan Pulau Rhun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan masyarakat setempat.

“Saya berharap bantuan ini bisa optimal pemanfaatannya untuk menunjang kegiatan kelompok melakukan pengawasan dan mengangkut sampah di Pulau Ay sebagai bagian dari Taman Wisata Perairan (TWP Pulau Ay) dan Pulau Rhun sehingga perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan sumber daya perairan di wilayah ini semakin baik,” kata Hendra, dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (30/6).

Lebih lanjut Hendra meminta masyarakat dapat berperan serta dan terlibat secara aktif dalam menumbuhkan kesadaran dan mencegah perilaku manusia yang merusak ekosistem dan sumber daya laut khususnya di kawasan konservasi perairan.

Pemberian bantuan KOMPAK selain dimaksudkan untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan konservasi oleh kelompok juga bertujuan untuk menghasilkan output lebih optimal dalam pelestarian kawasan. Bantuan yang diberikan KKP kepada setiap kelompok akan terus dimonitor dan dievaluasi pemanfaatannya sebagai bahan evaluasi bagi KKP dalam pemberian bantuan KOMPAK berikutnya.

POKMASWAS Lawere terpilih sebagai salah satu kelompok penerima bantuan karena semangat konservasi yang kuat. Sejak tahun 2014, POKMASWAS Lawere secara aktif telah melakukan sosialiasasi zonasi Pulau Ay, patroli rutin, pembersihan sampah bersama masyarakat serta perlindungan terhadap jenis ikan dilindungi.

Atas bantuan KKP tersebut, Ketua Kelompok Lawere, Suriyadi menyambut baik dan berkomitmen akan mengawal program-program pemerintah khususnya di konservasi di Kawasan Timur Indonesia.

Sementara itu, Kepala LPSPL Sorong, Santoso saat menyerahkan bantuan KOMPAK kepada POKMASWAS Lawere mengungkapkan Taman Wisata Perairan Pulau Ay dan Pulau Rhun seluas 47.968 ha telah dicadangkan oleh Gubernur Maluku dan saat ini dalam proses penetapan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Dukungan masyarakat dalam mengelola kawasan konservasi perairan akan meningkatkan peran kawasan konservasi di Maluku sehingga dapat mendukung produksi dan keberlanjutan perikanan di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Saumlaki dan Dobo,” kata Santoso.

Bantuan yang diberikan kepada POKMASWAS Lawere tersebut mengawali bantuan yang akan diserahkan kepada 4 kelompok lainnya di Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat dengan total bantuan senilai Rp 367,79 juta.

Sesuai dengan kebijakan KKP, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong kelompok penerima bantuan selalu menjadi garda terdepan dalam membangun sektor kelautan dan perikanan melalui berbagai aksi perlindungan dan konservasi. (ind)