KKP Kembali Amankan Kapal Asing

Indoagribiz (Jakarta). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali amankan kapal asing berbendera Filipina yang melakukan penangkapan ikan secara illegal di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia (WPP RI) Perairan Laut Sulawesi (7/4) lalu.
Nilanto Perbowo Direktur Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) menyampaikan dua kapal yang ditangkap tersebut adalah FB. LB John V ukuran 16,47 GT dan FB.LB Luke V ukuran 15,06 GT), kedua kapal tersebut diduga melanggar UU Nomor 45/2009 dengan ancaman pidana dan denda Rp 20 milyar.
Ia menginformasikan sepanjang 2018 ini telah ada 26 kapal tertangkap karena menangkap ikan tanpa mengantongi surat izin penangkapan (red menangkap secara illegal).

Polemik Rumpon
Selain mengkap dua kapal tersebut, ditemukan juga 9 rumpon yang diduga dimiliki oleh pemilik kedua kapal tersebut. Rumpon tersebut dipasang secara illegal di perairan laut Sulawesi dengan tujuan sebagai alat pengumpul ikan.Adanya rumpon dikhawatirkan akan mengganggu ruaya ikan tuna sirip kuning yang banyak bergerak di perairan Sulawesi.
“Rumpon-rumpon yang dipasang tidak sesuai ketentuan, rumpon ini akan mempengaruhi jalur migrasi atau ruaya ikan, karena ikan akan terkumpul di rumpon yang terpasang dampaknya akan mempengaruhi ikan yang ditangkap nelayan akan berkurang,” jelas Nilanto.
Lanjut dia, jika ingin memasang rumpon juga harus ikuti aturan mainnya sesuai dengan Permen KP No 26/2014 mengenai rumpon. Poinnya adalah bagi setiap orang yang melakukan pemasangan rumpon di WPP RI wajib memiliki surat izin pemasangan rumpon (SIPR).
Terang Nilanto, peraturan tersebut mensyaratkan beberapa hal bagi pelaku atau nelayan yang ingin memperoleh surat izin pemasangan rumpon, antara lain rumpon harus dipasang sesuai dengan daerah penangkapan ikan, dan tidak menggangu alur pelayaran, tidak dipasang pada alur laut kepulauan Indonesia.
Tambahnya, tata cara pemasangannya juga diatur, jarak antara rumpon yang satu dengan rumpon yang lain tidak kurang dari 10 mil laut dan tidak dipasang dengan cara pemasangan efek pagar (zig zag).ds