Dukung Pertumbuhan Ekonomi, KKP Jaga Daya Beli Pembudidaya Ikan
Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya menjaga
daya beli pembudidaya ikan di berbagai daerah guna membantu
pertumbuhan ekonomi yang saat ini dalam kondisi kontraksi akibat
pandemi COVID-19.
“Dukungan langsung berupa input produksi khususnya pakan dan benih
sangat krusial dilakukan,” kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet
Soebjakto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (30/8).
Menurut Slamet, upaya tersebut sebagai stimulus agar dapat
meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan berdasarkan indikator
kemampuan daya belinya. Ia menyatakan bahwa bila daya beli pembudidaya
ikut terkerek naik maka secara langsung juga akan bisa menopang
Produksi Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
“Ekonomi Indonesia di kuartal II ini sedang tertekan atau terkontraksi
sekitar 5 persen. Oleh karenanya, saya ingin memastikan bahwa KKP akan
selalu hadir dan berupaya bagaimana pembudidaya ini daya belinya tetap
terjaga di masa pandemi COVID-19,” jelas Slamet.
Slamet juga telah mendorong pembudidayaan cacing sutera atau tubifex
sebagai pakan alami yang diharapkan juga bisa meningkatkan
produktivitas perbenihan komoditas perikanan nasional ke
depannya.”Terkadang pakan alami ini suka dilupakan atau
dikesampingkan, karena tidak semua orang telaten dalam budidaya pakan
alami dan ada juga yang banyak menganggap sepele,” katanya.
Menurut dia, pembudidayaan pakan alami yang telaten merupakan kunci
sukses pada awal melakukan pembudidayaan beragam komoditas ikan atau
udang.
Ia memaparkan tubifex atau cacing sutera, merupakan faktor yang
penting karena kalau tanpa tubifex, produksi sejumlah benih akan
terganggu, seperti pada komoditas produksi benih lele dan patin dan
juga gurame.
“Orang jarang sekali melihat padahal pakan alami punya peranan sangat
penting atau bahkan dianggap sebagai pondasi dalam berbudidaya ikan,”
ucap Slamet.