KKP Jaga dan Kembangkan Budidaya Perikanan Lokal

Jakarta (Indoagribiz). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan fokus mengembangkan perikanan budidaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu yang akan dilakukan dengan mengembangkan budidaya perikanan lokal yang paling diunggulkan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pengembangan perikanan budidaya selain untuk menyokong pertumbuhan ekonomi masyarakat,  juga  dalam rangka menjaga komoditas perikanan lokal dari kepunahan. Seperti ikan belida yang terkenal di Sumatera Selatan, saat ini populasinya terus berkurang.

“Kita sudah mengidentifikasi di beberapa wilayah yang memiliki keunggulan. Contohnya adalah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah untuk pengembangan komoditas  ikan gabus,”  kata Menteri Trenggono, saat rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, di Jakarta, Selasa (23/2).

Menteri Trenggono juga mengatakan, selain budidaya berbasis masyarakat, KKP juga akan menggalakkan industri budidaya untuk komoditas yang disukai pasar dunia, seperti udang dan lobster. Sasarannya tentu tidak hanya untuk ekspor, tapi juga menghidupkan usaha turunan yang terkait dengan komoditas tersebut, seperti  usaha pakan, kuliner, hingga usaha pengolahan produk perikanan.

“Kita sekarang melakukan upaya, yang movement ini sangat tahan badai, jadi kalau ada covid atau segala macem, ngurus ikan dan dagang ikan tetap jalan terus,” ujarnya.

Guna mendukung  masyarakat terjun ke sektor perikanan budidaya, KKP menyiapkan bantuan pinjaman modal melalui BLU-LPMUKP. Selain itu, ada juga program KUR (Kredit Usaha Rakyat) melalui perbankan. Diharapkan, bantuan pinjaman modal ini mampu mendorong keinginan masyarakat menjadi pembudidaya.

Menteri Trenggono juga menyampaikan capaian KKP dalam membantu usaha masyarakat sektor kelautan dan perikanan. Pada tahun 2020, KKP telah menyalurkan KUR bagi pelaku usaha kelautan dan perikanan sebesar Rp 5,2 triliun. Jumlah pencairan KUR ini melebihi target yang ditentukan sebelumnya dan disalurkan kepada berbagai usaha kelautan dan perikanan, mulai dari budidaya sampai usaha pergaraman. Bahkan, NPL KUR tahun berjalan tidak mencapai 1% , yaitu 0,07%. Hal ini menjadi bukti bahwa KKP berhasil mendorong pertumbuhan usaha masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Trenggono juga menjelaskan, pihaknya juga meluncurkan salah satu program untuk membantu UMKM kelautan dan perikanan yaitu KUSUKA (Kartu Pelaku Usaha bidang Kelautan dan Perikanan). Dalam rapat tersebut, Menteri Trenggono menjelaskan terdapat 4.139.679 pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan, yang terdiri dari nelayan, pembudidaya, pengusaha pengolahan, petambak garam, dan petambak ikan. Dari jumlah seluruh pelaku usaha tersebut, 1,2 juta diantaranya telah terdaftar dalam program KUSUKA. (ind)