KKP Bersama MSC Gelar Bimtek Perikanan Berkelanjutan

Jakarta (Indoagribiz)— Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT)  bersama Marine Stewardship Council (MSC) menggelar bimbingan teknis (bimtek) daring perikanan komprehensif tingkat 2 dengan sistem blended learning.

Bimtek ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pemangku kepentingan di subsektor perikanan tangkap dalam mempersiapkan perikanan berkelanjutan berstandar global. Indonesia menjadi negara pertama yang menggunakan platform daring tingkat menengah inovasi MSC ini.

Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Trian Yunanda mengatakan,  KKP berkomitmen untuk berkontribusi mengembangkan berbagai upaya dalam menunjang perwujudan praktik perikanan berkelanjutan di Indonesia.

“ Bimtek ini diharapkan dapat mendorong pemangku kepentingan perikanan Indonesia dalam memahami dan memenuhi persyaratan standar keberlanjutan,” ujae Trian Yunanda, dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (26/7).

Bimtek ini juga sejalan dengan prinsip ekonomi biru dan penangkapan ikan yang terukur yang menjadi perhatian Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Penerapan prinsip ekonomi biru dengan menyeimbangkan keberlanjutan ekologi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu harapan masa depan bangsa untuk penguatan ekonomi nasional.

“Untuk bersertifikasi MSC, produk perikanan harus menunjukkan stok ikan yang sehat, meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan memiliki pengelolaan yang efektif. Selain keberlanjutan, juga memperluas pasar ekspor hasil perikanan dengan memiliki branding, sehingga menambah nilai jual yang sekaligus akan meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat perikanan itu sendiri,” katanya.

Hingga pertengahan tahun 2021, Indonesia telah memiliki tiga perikanan yang memenuhi standar keberlanjutan MSC dengan melibatkan ratusan nelayan dan pemangku kepentingan terkait dalam proses pemenuhan standarnya. Saat ini, beberapa perikanan Indonesia di lokasi tertentu (perikanan rajungan, udang, cumi-cumi, kembung, teri, tongkol, kepiting, kakap, dan kerapu) sedang melaksanakan tahapan proses menuju standar keberlanjutan MSC dimaksud.

“Platform Bimtek yang diluncurkan oleh MSC ini berupa pengembangan kapasitas (Capacity Building Training /CBT Level 2). Indonesia menjadi negara pertama yang menggunakan inovasi  tersebut, sebanyak 23 peserta perwakilan perikanan strategis akan mengikuti seluruh kegiatan bimtek yang berlangsung selama sebulan,” paparnya.

Program CBT tingkat 2 ini merupakan bagian dari tiga tingkat Bimtek Pengembangan Kapasitas MSC. Melalui sistem blended learning ini peserta mengikuti pertemuan daring secara langsung dengan narasumber dan selebihnya secara mandiri mengatur jadwal pembelajaran sesuai kerangka waktu melalui platform LearnUpon. Bimtek dipandu oleh tim yang terdiri dari staf MSC dan konsultan pihak ketiga yang memiliki pengalaman dalam penilaian perikanan MSC.

Direktur Marine Stewardship Council di Indonesia, Hirmen Syofyanto mengatakan, sesuai dengan misinya berkontribusi pada SDGs14 – Life below Water, MSC terus melanjutkan berkomitmen di berbagai negara untuk melestarikan dan menggunakan sumber daya laut untuk pembangunan berkelanjutan yang salah satunya melalui program peningkatan kapasitas dalam bentuk bimtek.

“MSC bekerja sama dengan industri perikanan di Indonesia, untuk mendorong lebih banyak perikanan menuju keberlanjutan. Kolaborasi multipihak memang menjadi kunci dalam pemenuhan standar dan masing-masing harus memiliki pemahaman yang sama agar upaya perbaikan perikanan berjalanan sinergis. Ketika perikanan berhasil memenuhi standar pun perlu melanjutkan komitmen ini untuk mempertahankan sertifikatnya, sehingga upaya perbaikan berjalan terus dan hal inilah yang perlu didukung oleh semua pihak,” kata Hirmen.

Selain memiliki pemahaman materi yang komprehensif, setelah menyelesaikan bimtek CBT tingkat 2 peserta berhak juga untuk mengikuti uji sebagai syarat menjadi Konsultan Teknis MSC. Konsultan Teknis MSC adalah ekspertise perikanan yang memahami persyaratan Standar Perikanan MSC dan memiliki kualifikasi untuk mengembangkan dan mengelola implementasi fishery improvement project (FIP) suatu produk perikanan.

Kegiatan bimtek kerja sama dengan MSC ini telah dilakukan sebanyak 15 kali bimtek CBT tingkat 1, tingkat 2 dan 3, Penyusunan Rencana Aksi serta Rantai Pengawasan/Chain of Custody dengan total peserta lebih dari 400 orang yang terdiri dari pelaku industri, asosiasi perikanan, pemerintah pusat dan daerah, akademisi hingga NGO mitra sejak tahun 2020. (ind)

Sumber Foto. Dok: Humas DJPT