Banyuwangi(Indoagribiz). Hubungan baik  yang sudah terjalin lama dengan negara Selatan Selatan terus dijaga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dalam hal ini KKP secara konsisten mendukung upaya fasilitasi pelaksanaan Kerja Sama Selatan Selatan  (KSS) di tingkat internasional melalui kegiatan peningkatan kapasitas bagi negara sahabat.Salah satunya melalui pelaksanaan workshop internasional Kerja Sama Selatan Selatan bagi negara negara Asia, Pasifik dan Afrika yang dilaksanakan oleh Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) bersinergi dengan Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Non-Aligned Movement Center for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC).

Kegiatan bertajuk International Workshop on Fisheries for Asia Pasific Countries dan International Workshop on Aquaculture for African Countries ini digelar (16-21/7) di Banyuwangi.

Tidak kuranv puluhan peserta dari berbagai negara hadir dalam kegiatan ini. sebut sajas Afrika Selatan, Aljazair, Angola, Bangladesh, Comoros, Guinea, Kenya, Kep. Solomon, Kiribati, Lesotho, Libya, Nauru, Madagaskar, Maroko, Mauritania, Papua Nugini, Rep. Demokratik Kongo, Seychelles, Sudan, Thailand, Tunisia, Tuvalu, Uganda dan Zambia.

Sekretaris BRSDM Maman Hermawan mengungkapkan bahwa sektor kelautan dan perikanan memiliki peranan penting sebagai salah satu jawaban mengatasi isu food security dan sustainable consumption, sehingga kegiatan – kegiatan transfer informasi perlu dilakukan, khususnya diantara negara anggota Kerja Sama Selatan Selatan.

“Sejak 2009, KKP konsisten memberikan prioritas untuk melaksanakan program peningkatan kapasitas dalam skema Kerja Sama Selatan Selatan sebagai komitmen pengembangan dan peningkatan kapasitas SDM negara – negara sahabat,” tegas Maman Hermawan.

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Diar Nurbintoro turut menyampaikan bahwa Kerja Sama Selatan Selatan selain memiliki peran penting bagi kerja sama dan meningkatkan hubungan bilateral dengan sesama negara berkembang, juga merupakan implementasi komitmen Pemerintah Indonesia terhadap pencapaian Sustainable Development Goals(SDGs) khususnya ketahanan pangan melalui sektor perikanan.

Pelatihan Selatan – Selatan

Selama International workshop dilaksanakan, peserta dilatih dengan materi unggulan diantaranya pembuatan alat tangkap ramah lingkungan, praktik pembuatan Keramba Jaring Apung (KJA) sederhana untuk budidaya berkelanjutan, serta added value pada pengolahan hasil perikanan.

Melalui pelatihan ini diharapkan peserta dapat memahami penangkapan ikan ramah lingkungan demi menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan di negara masing – masing dan mempromosikan kekayaan sektor kelautan dan perikanan; sekaligus juga sektor pariwisata Kota Banyuwangi kepada 28 peserta dari 24 negara Asia Pasifik dan Afrika.

“Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat mempelajari dan meningkatkan kapasitasnya, sekaligus dapat menyampaikan kembali pengetahuan yang didapat sekembalinya ke negara masing – masing, sekaligus mempromosikan kekayaan sektor kelautan dan perikanan Indonesia melalui people to people contact,” papar Maman Hermawan.

Sumber Foto : BRSDM KP