KKP Bakal Bangun Modelling Tambak Modern di Kebumen

Jakarta (Indoagribiz)— Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2024 menargetkan produksi udang sebanyak 2 juta ton. Guna mencapai target tersebut KKP melalui Ditjen Perikanan Budidaya mengembangkan kawasan budidaya melalui modelling tambak udang modern terintegrasi yang menerapkan Good Aquaculture Practices (GAP) di Kabupaten Kebumen,  Jawa Tengah (Jateng).

Dirjen Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu mengatakan,  modelling tersebut merupakan salah satu implementasi dari terobosan KKP yaitu kebijakan perikanan budidaya berbasis ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan.  Modelling yang akan dikembangkan di Kebumen diharapkan mampu mencapai produktivitas optimum sekitar 40 ton per hektare (ha) per siklus.

“ Apabila tambak di Kebumen ini berhasil, maka menjadi satu model untuk percepatan pencapaian target sebanyak 2 juta ton di tahun 2024 nanti,”ujar Tb Haeru Rahayu, yang biasa disapa Tebe, dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis (28/10).

Penandatanganan perjanjian kerja sama terkait pembangunan model tambak udang ini telah dilakukan di Jakarta pada 12 Agustus 2021 yang lalu.

Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tinggal Hermawan mengatan, yang akan dibangun nanti adalah tambak udang yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“ Kalau ada asumsi bahwa tambak udang itu mencemari, gersang dan jelek. Kita nanti akan buat yang tidak mencemari lingkungan, kita kembangkan tambak udang di sini yang enak dilihat sedap dipandang mata. Lalu, penghijauan kita juga anggarkan untuk penanaman mangrove sekitar sempadan pantai,” kata Tinggal Hermawan.

Tinggal mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir karena pembangunan modelling tambak udang di Kebumen ini, karena tidak akan merusak lingkungan. “Kita akan jaga ketat, karena pertimbangan utama pembangunannya ini tentu saja lingkungan. Jadi kalau lingkungan tidak diperhatikan, Menteri Trenggono juga tidak akan berkenan,” ujar Tinggal.

Menurut Tinggal,  setidaknya ada 4 tujuan pembangunan modelling tambak udang di Kebumen ini. Pertama, mensejahterakan masyarakat pembudidaya di Kebumen. “Masyarakat nanti bisa belajar budidaya udang, harapannya kalau sudah belajar kemudian punya modal bisa mengembangkan di tempat lain,”  katanya.

Tujuan kedua yaitu penerimaan negara bukan pajak. Tentu saja peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan nantinya bagaimana mekanisme PAD yang akan didapat dari hasil pembangunan tambak udang ini.

Ketiga memberi multiplier effect (efek berganda). Selain penyerapan tenaga kerja lokal, nanti akan tumbuh usaha-usaha baru di sekitar kawasan tambak yang mendorong peningkatan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Keinginan Bapak Menteri akhir tahun ini ada ground breaking, lalu awal tahun 2022 kita mulai membangun dan akhir tahun 2022 kita sudah bisa diuji coba. Kalau ini terlaksana dengan lancar, tahun 2023 kita sudah bisa produksi,” kata Tinggal.

Bupati Kabupaten Kebumen, Arif Sugiyanto mengatan, modelling tambak udang ini akan dibangun di lahan dengan luas kurang lebih 100 hektare. “Tentunya akan ada penyerapan daripada sumber daya manusia atau tenaga kerja dari desa setempat ataupun kecamatan setempat. Nanti tanggal delapan November akan diberangkatkan untuk pelatihan dan belajar di BBPBAP Jepara,” katanya.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono saat telewicara dengan Bupati Kebumen berharap modelling tambak udang di Kebumen dapat menjadi pelopor budidaya udang yang modern di Indonesia dengan hasil produktivitas tinggi dan berkualitas ekspor. Skema budidaya udang akan dilakukan skala besar dengan perencanaan bisnis yang matang dalam pelaksanaannya di mana proses hulu hingga hilir berada dalam satu kawasan.

Menteri Trenggono juga mengharapkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan baik di pusat maupun di daerah untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan bangsa.

Dalam waktu yang bersamaan juga diserahkan bantuan berupa 2 paket budidaya ikan dengan sistem bioflok dengan total nilai Rp 288.765.326,- kepada Ponpes Nurul Falah dan Pokdakan Mina Rejo Abadi serta 3 paket bantuan sarana dan prasarana budidaya dengan total nilai Rp 45.957.000,- kepada Pokdakan Ampel Mandiri, Pokdakan Mina Rejo, dan Pokdakan Rahayu Makmur. (ind)

Sumber Foto. Dok: Humas Ditjen Perikanan Budidaya