KKP Ajak ATLI Budidaya Tuna

Bali (Indoagribiz)— Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimistis Indonesia di masa depan akan menjadi negara penghasil tuna budidaya.  Mengingat, tuna sirip kuning saat ini sudah berhasil dipijahkan. Berkat  topografi lautan yang luas tersebut nantinya bisa dimanfaatkan sebagai tempat budidaya.   

“Indonesia punya lautan yang luas dengan teluk-teluk yang besar jika dikelola dengan baik, kita punya kesempatan yang baik juga untuk budidaya tuna,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan kunjungan kerja di Denpasar, Bali, Jumat(2/7).

Dalam kunjungan kerja di Denpasar, Menteri Trenggono melakukan pelepasan ekspor 6 ton tuna ke Jepang dari Pelabuhan Benoa. Selanjutnya bertemu dengan perwakilan Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI).

Menurutnya, menggarap potensi budidaya tuna di Indonesia tidak bisa dilakukan satu pihak. Untuk itu, dia mengajak asosiasi yang selama ini fokus terhadap komoditas tuna, untuk ikut mencoba melakukan budidaya tuna di perairan Indonesia.

“Pemerintah tidak bisa sendirian. Kami akan berikan dukungan melalui regulasi-regulasi yang dibuat, termasuk pendampingan,” kata Menteri Trenggono.

Budidaya juga bagian dari upaya agar populasi ikan berbobot besar tersebut terjaga. Mengingat tuna merupakan salah satu komoditas perikanan yang paling dicari oleh penangkap ikan sebab harganya yang tinggi di pasar dunia.

Menteri Trenggono juga meminta asosiasi turut melibatkan nelayan, sehingga pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan dari aktivitas penangkapan maupun budidaya nantinya bisa merata dirasakan.

“Dukungan penuh untuk para pelaku usaha perikanan agar dapat menyerap tenaga kerja. Pajak yang masuk juga untuk keperluan infrastruktur, dan yang utama adalah pengembangan perikanan yang berkelanjutan,” katanya.

Berdasarkan data ekspor Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Denpasar, nilai ekspor tuna hingga triwulan 1 tahun 2021 sebesar Rp 212,67 miliar. Nilai tersebut tentunya bisa ditingkatkan jika budidaya tuna benar-benar bisa dijalankan di Indonesia di masa depan.

“Tuna ini masih menjadi komoditas andalan Indonesia. Pasarnya masih bagus dan sangat diminati. Kita dorong terus ekspornya,” kata  Menteri Trenggono.

Kedatangan Menteri Trenggono di Bali merupakan rangkaian kunjungan kerja di wilayah timur Indonesia untuk melihat langsung kondisi lapangan dan menyerap aspirasi stakeholder kelautan dan perikanan yang ada di sana. Sebelumnya, Menteri Trenggono mengunjungi Maluku dan Nusa Tenggara Timur. (ind)