Singapura(Indoagribiz)-Sungguh sebuah ironi, ketika budidaya offshore di Indonesia memilih menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) Offshore buatan Norwegia, justru KJA Offshore buatan anak bangsa justru di gunakan di luar negeri.

Andi Jayaprawira – General Manager bersama Budiprawira – Direktur PT Gani Arta Dwitunggal, produsen KJA offshore Aquatec menyampaikan presentasi “Developing Offshore Submersible Cage in South East Asia” pada forum Offshore Mariculture Conference Asia 2018 yang digelar di Singapura 15-17 Mei lalu.

Andi menjelaskan, KJA offshore submersible adalah KJA yang dipasang di lepas pantai, bisa ditenggelamkan ke dalam air dan kemudian diapungkan kembali. Tujuannya adalah untuk menghadapi badai taifun dan ombak besar yang senantiasa melanda negara-negara di wilayah Asia Tenggara.

Menurut Andi, untuk menghadapi taifun, dibutuhkan teknologi KJA offshore submersible. KJA offshore submersible Aquatec saat ini telah terpasang di lepas pantai kawasan Situbondo – Jawa Timur dan Lingshui – China.

“KJA offshore submersible yang terpasang di Lingshui telah teruji mampu menghadapi taifun dan ombak setinggi 9 meter, karena KJA ditenggelamkan sedalam 15 meter di bawah air,” tandas Andi meyakinkan.

KJA yang dia produksi dirancang agar mudah dioperasikan. Dapat ditenggelamkan dalam waktu 5 menit oleh 2 orang teknisi, dan dapat diapungkan kembali dalam waktu 10 menit. Kemudahan dan kecepatan handling ini menjadikannya mampu merespon secara cepat terhadap datangnya taifun. Selain itu, net dapat diangkat ke permukaan untuk memudahkan pencucian dan penggantian net.

Tidak hanya kuat dan memiliki presisi yang baik, KJA Offshore Submersible Aquatec juga menawarkan harga yang ekonomis.

Andi membadingkan bahwa teknologi yang ditawarkan oleh Aquatec memiliki harga yang jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan teknologi serupa dari Eropa dan Amerika Serikat. Produknya siap dipasarkan di dalam negeri dan luar negeri untuk budidaya ikan offshore.

Andi berharap KJA Offshore Aquatec kelak juga akan mendapatkan apresiasi lebih di dalam negeri. “Kami mendukung kemajuan marikultur nasional dengan teknologi, kedepannya kami berharap KJA Offshore buatan lokal dapat diprioritaskan penggunaanya oleh pemerintah maupun pelaku sebagai bentuk dukungan hasil karya anak bangsa,” tutup Andi. (DS)