Kinerja Pertanian Positif, PDB Tanaman Pangan Kuartal IV Tertinggi

Jakarta (Indoagribiz). Kinerja sektor pertanian periode kuartal IV 2020 tumbuh positif. Pengamat Ekonomi Pertanian Prof Bustanul Arifin pun memberikan respon positif atas kinerja sektor pertanian khususnya sub sektor tanaman pangan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia periode kuartal IV 2020 tersebut.

Melansir data BPS, PDB sektor pertanian pada kuaratal IV 2020  tumbuh sebesar 2,59 persen secara year on year (yoy). Kinerja yang cukup bagus ini pendukung utamanya adalah tanaman pangan sebesar 10,47 persen. Hal tersebut sebagai dampak positif  dari produksi dan luas panen yang meningkat meningkat.

“Rilis BPS tentang pertumbuhan ekonomi semakin menunjukkan bahwa sektor pertanian menjadi bantalan (cushion,-red) selama resesi ekonomi karena Pandemi Covid-19,” ujar Bustanul Arifin, di Jakarta, Rabu (10/2).

Menurut Bustanul, terkait kinerja subsektor tanaman pangan dan hortikulturan paling tinggi di antara beberapa subsector pertanian, salah satunya disebabkan  angka produksi memang meningkat dan harga cukup bersahabat. Hal ini menyebabkan nilai tambah juga naik signifikan yang menjadi basis perhitungan PDB Pertanian.

Meski begitu Bustanul memberi catatan, pada kondisi daya beli masyarakat yang turun karena pandemi, persoalan akses pangan dapat menjadi persoalan serius, jika tidak diantisipasi dan ditanggulangi secara baik.

“Maka dari itu, sektor pertanian secara umum perlu meningkatkan aplikasi dan perubahan teknologi. Ini untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi yang lebih baik lagi,” papar Bustanul.

Seperti diketahui, Kepala BPS, Suhariyanto melaporkan PDB Indonesia pada kuartal IV-2020 tumbuh -2,19% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Dengan demikian, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan negatif (kontraksi) dalam tiga kuartal beruntun.

Menurut Suhariyanto, PDB kuartal IV-2020 membaik dari kuartal sebelumnya walau secara keseluruhan masih melemah. Berdasarkan laju pertumbuhan lapangan usaha, hanya sektor pertanian yang tumbuh positif selama triwulan IV 2020.

“Sedangkan sektor industri, perdagangan, konstruksi, transportasi, dan akomodasi makan minum semuanya mengalami pertumbuhan negatif,” jelasnya.

Perlu diketahui, data BPS mengungkapkan pertumbuhan PDB sektor pertanian pada kuaratal IV 2020 yang tumbuh sebesar 2,59 persen tersebut disebabkan beberapa fenomena sebagai faktor penyebabnya. Pertama, paling besar disebabkan pertumbuhan PDB tanaman pangan sebesar 10,47 persen didorong oleh adanya peningkatan luas panen dan produksi padi, jagung, ubi kayu serta cuaca yang mendukung.

Kedua, komoditas hortikultura tumbuh 7,85 persen karena permintaan buah-buahan dan sayuran selama pandemi covid-19. Ketiga, komoditas perkebunan tumbuh 1,13 persen dengan komoditasnya berupa kelapa sawit. (ind)