Balitbangtan Temukan Khasiat Kulit Ari Kacang Tanah untuk Kesehatan
Indoagribiz – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan)
Kementerian Pertanian menemukan kulit ari kacang tanah memiliki
khasiat untuk kesehatan yakni mampu menurunkan risiko berbagai
penyakit degeneratif.
Peneliti Balitbangtan, Agustina Asri Rahmianna mengatakan, penyakit
degeratif tersebut seperti penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2,
kanker, mencegah obesitas pada anak-anak, dan menurunkan kandungan
kolesterol yaitu kolesterol total dan LDL.
“Kacang tanah yang utuh terdiri dari kulit polong, kulit ari biji, dan
biji. Dari ketiga komponen tersebut, rata-rata yang dimanfaatkan hanya
bijinya saja untuk dikonsumsi. Sedangkan kulit polong dan kulit ari
biji kacang tanah tidak termanfaatkan dan dibuang begitu saja sebagai
sampah,” katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (8/7).
Dikatakannya, kacang tanah telah dikenal memiliki manfaat yang cukup
banyak dikarenakan tingginya kandungan nutrisi yang ada di dalamnya
seperti vitamin E, asam folat, protein, mangan, biotin, serat,
magnesium, lemak tak jenuh tunggal.
Selain itu, menurut Agustina yang melakukan penelitian, khasiat kulit
ari kacang tanah tersebut kaya akan antioksidan sehingga beragam
manfaat dapat diperoleh dengan mengonsumsi kacang tanah secara tepat
dan rutin.
Dalam penelitiannya, Agustina mendapati kandungan pada kulit ari
kacang tanah terdiri empat unsur yaitu serat, minyak, protein, dan
senyawa-senyawa fenolik.
Namun, dari keempat unsur yang terkandung, hanya senyawa-senyawa
fenolik inilah yang bisa dimanfaatkan sebagai obat, sebab
senyawa-senyawa fenolik sangat penting dalam mekanisme ketahanan tubuh
secara kimiawi yang berfungsi sebagai antioksidan dan anti radang di
dalam tubuh manusia.
“Dengan beragamnya senyawa-senyawa fenolik yang terkandung, maka kulit
ari kacang tanah berpotensi digunakan sebagai sumber makanan
fungsional yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku suplemen,”
katanya.
Meski kaya dengan kandungan senyawa biokimia, kulit ari biji kacang
tanah ini tidak mempunyai nilai ekonomi sama sekali. Padahal,
kandungan fenolik dan antioksidan pada kulit ari biji kacang tanah
tertinggi dibanding yang ada pada keping biji, kulit polong, dan akar,
serta daun. Sayangnya kulit ari biji kacang tanah ini sangat kecil
volumenya, hanya 2,5-3 persen dari bobot biji.
Sementara itu Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry, menyambut gembira
hasil penelitian ini, dan menyampaikan peluang hasil riset dari kulit
ari kacang tanah tersebut. Kulit ari tanah yang semula tidak ada
nilainya, tambahnya, dapat bermanfaat untuk kesehatan dan menjadi
nilai tambah bagi petani.
“Kulit ari kacang tanah ini berpotensi sebagai bahan baku untuk
membuat produk baru yang bermanfaat untuk kesehatan, sekaligus dapat
menciptakan peluang pasar baru sehingga sisa-sisa pertanian memberi
dampak pada peningkatan nilai tambah bagi petani,” katanya.
Plt. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Haris
Syahbuddin menambahkan sejak 1950-an, Kementerian Pertanian sudah
melepas lebih dari 45 varietas kacang tanah yang terbaru yakni
varietas Tasia 1 dan Tasia 2.
“Kedua varietas tersebut mempunyai potensi hasil antara 4,2 dan 4,3
t/ha dan umur masaknya 90 dan 95 hari,” katanya.
Selain itu, kedua varietas tersebut tahan terhadap kutu kebul, tahan
terhadap penyakit layu bakteri, serta agak tahan terhadap penyakit
karat dan bercak daun.
Dengan potensi produksi dari Tasia 1 dan Tasia 2 diharapkan dapat
membuka peluang pasar bagi petani untuk ikut masuk ke sektor industri hiburan
atau UMKM pengolahan kacang tanah sehingga nilai tambah dapat
dirasakan oleh petani kacang tanah.