KBI-Perinus Kerja Sama Kemitraan Resi Gudang Ikan
Indoagribiz – PT Kliring Berjangka Indonesia/KBI (Persero) melakukan
penandatanganan kerja sama dengan PT Perikanan Nusantara/Perinus
(Persero) terkait pemanfaatan sistem resi gudang ikan dalam mendukung
pengembangan UMKM nelayan dan pengusaha perikanan.
Kerja sama dalam bentuk kemitraan strategis dua perusahaan plat merah
ini, ditandatangani oleh Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring
Berjangka Indonesia (Persero) dan M Yana Aditya, Direktur Utama PT
Perikanan Nusantara (Persero) yang disaksikan oleh Menteri Kelautan
dan Perikanan Eddy Prabowo di Pelabuhan Perikanan Tumumpa, Manado,
Sulawesi Utara.
“Kemitraan strategis yang kami lakukan ini, merupakan bagian dari
peran BUMN yang memiliki peran menjadi akseletator ekonomi nasional.
Kita tahu, bahwa tidak stabilnya harga komoditas ikan, yang pertama
paling terkena dampak adalah para nelayan dan dengan adanya
pemanfaatan sistem resi gudang ikan ini, ke depan harapan kami
stabilitas ikan akan terjaga, dan akan berdampak ke tingkat ekonomi
para nelayan,” kata Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia
(Persero) Fajar Wibhiyadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin
(29/6).
Dalam kemitraan strategis ini, PT Kliring Berjangka Indonesia
(Persero) akan berperan dalam menyediakan sarana dan prasarana Kliring
dan Penjaminan Transaksi serta Registrasi Resi Gudang komoditas ikan.
Selain itu, PT KBI maupun melalui anak usahanya akan mengupayakan
untuk menyediakan plafon pembiayaan penyerapan ikan Mitra dalam Sistem
Resi Gudang.
Sedangkan Perinus, melalui mitra-mitranya akan menyediakan komoditas
ikan yang dimasukkan ke dalam skema Resi Gudang.
Potensi pengembangan Sistem Resi Gudang khususnya untuk komoditas ikan
Indonesia terbilang cukup besar. Dengan 70 persen wilayah Indonesia
yang berupa lautan, sistem itu merupakan salah satu solusi untuk
meningkatkan nilai komoditas ikan serta kesejahteraan nelayan.
Resi Gudang adalah dokumen surat berharga atas komoditas yang disimpan
di gudang yang terdaftar di Pusat Registrasi (Pusreg) Resi Gudang.
Untuk saat ini, satu-satunya Pusat Registrasi Resi Gudang adalah di PT
Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI Persero.
Perusahaan BUMN plat merah ini mendapatkan izin dari Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) Kementerian Perdagangan
sebagai pusat registrasi yang memiliki fungsi pencatatan, penyimpanan,
pemindahbukuan kepemilikan, pembebanan hak jaminan, pelaporan serta
penyediaan sistem dan jaringan informasi Resi Gudang dan Derivatif
Resi Gudang.
Fajar Wibhiyadi menambahkan, sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang yang
ditunjuk oleh pemerintah, KBI ke depan akan terus melakukan
sosialisasi terkait pemanfaatan instrumen ini mengingat masih banyak
petani maupun nelayan serta pemilik komoditas yang belum memahami apa
keuntungan memanfaatkan sistem resi gudang.
Data PT KBI, sepanjang tahun 2019 tercatat penerbitan 444 Resi Gudang
senilai Rp113,3 miliar dengan nilai pembiayaan sebesar Rp61,7 miliar.
Sedangkan di tahun 2020 dari Januari sampai dengan Mei, tercatat
penerbitan 110 Resi Gudang senilai Rp71 miliar, dengan nilai
pembiayaan sebesar Rp25 miliar. Adapun komoditas yang telah dibiayai
dengan sistem resi gudang ini meliputi gabah, beras, jagung, kopi,
rumput laut, garam, lada, serta timah.
“Dengan adanya kemitraan strategis dalam Sistem Resi Gudang dengan
Perinus ini, ke depan akan mampu meningkatkan nilai pembiayaan resi
gudang. Kami optimis, ke depan pemanfaatan Sistem Resi Gudang akan
terus tumbuh. Dan potensi itu ada, mengingat jumlah komoditas dan
luasan wilayah Indonesia,” kata Fajar.