Peternakan sapi (foto ilustrasi)

INDOAGRIBIZ–Kementerian Pertanian (Kementan) melalui regulasi yang baru diterbitkan yaitu Peraturan Menteri Pertanian Nomor 22 Tahun 2017 mewajibkan pakan ternak memiliki nomor pendaftaran dan sertifikat mutu dan keamanan pakan.

Direktur Pakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Sri Widayati mengatakan regulasi ini diterbitkan untuk meningkatkan penjaminan mutu dan keamanan pakan yang akan diedarkan, baik terhadap hewan, manusia maupun lingkungan.

“Secara garis besar Permentan 22/2017 mengatur bahwa semua pakan yang dibuat/diproduksi untuk diedarkan baik yang diperdagangkan maupun tidak, wajib memiliki Nomor Pendaftaran Pakan (NPP) serta Sertifikat Mutu dan Keamanan Pakan,” kata Sri melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu (24/9).

Permentan 22/2017 tentang Pendaftaran dan Peredaran Pakan merupakan revisi dari Permentan Nomor 19 Tahun 2009 tentang Syarat dan Tatacara Pendaftaran Pakan.

Sri menjelaskan, untuk memperoleh NPP, pelaku usaha atau pemohon harus memenuhi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis. Salah satu persyaratan teknis yang harus dilengkapi, yakni pakan yang didaftarkan harus lulus uji mutu dan keamanan pakan. Oleh karena itu, pemohon berkewajiban untuk mengirim sampel ke Lembaga Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan. [MOH]