4 Kali WTP, Kementan Komitmen Jaga Akuntabilitas dan Transparansi
Pengelolaan Keuangan
Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) kembali meraih opini Wajar
Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Prestasi
ini sekaligus mencatat bahwa 4 tahun berturut-turut Kementan dinilai
telah menjalankan pengelolaan anggaran secara akuntabel dan kredibel,
transparan serta sesuai standar akutansi pemerintah.
Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara IV BPK, Isma Yatun mengatakan
opini WTP diserahkan BPK berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)
atas Laporan Keuangan Kementerian Pertanian Tahun 2019 dan LHP atas
Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Bagian Anggaran 999.07
(Belanja Subsidi Pupuk) Tahun 2019.
“Terima kasih kepada Menteri Pertanian beserta jajarannya atas
komitmennya untuk terus mendukung transparansi dan akuntabilitas
pengelolaan keuangan negara,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam
acara penyerahan hasil pemeriksaan BPK RI pada Kementerian Pertanian
di Auditorium Gedung F, Kanpus Kementan, dikutip dari laman resmi
Kementerian Pertanian, Rabu (22/7).
Isma menambahkan pemeriksaan keuangan bertujuan untuk memberikan opini
atas laporan keuangan. Pemeriksaan keuangan tidak secara khusus
dimaksudkan untuk mengungkapkan adanya penyimpangan (fraud) dalam
pengelolaan keuangan.
“Meski demikian, jika pemeriksa menemukan adanya penyimpangan,
kecurangan atau pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan,
khususnya yang berdampak adanya potensi dan indikasi kerugian negara,
maka hal ini harus diungkap dalam LHP,” tambahnya.
Ia juga mengatakan Kementan kedepannya dituntut harus makin kreatif
dan harus terus bertahan menjadi kementerian yang maju dan modern
dengan memanfaatkan agriculture war room (AWR) yang sudah komprehensif
menyediakan informasi tentang pangan di Indonesia.
“Kami atas nama Pimpinan BPK RI mengucapkan terima kasih atas jalinan
komunikasi yang berjalan dengan baik dan sinergi yang konstruktif
antara BPK dengan Pimpinan dan seluruh jajaran Kementerian Pertanian
sehingga proses pemeriksaan BPK RI berjalan dengan baik dan lancar,”
terang Isma.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, secara langsung
menerima WTP BPK RI,mengatakan langkah dan upaya dalam mewujudkan
Laporan Keuangan Kementerian Pertanian yang berkualitas, akuntabel dan
sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) serta pelaksanaan
program-program Kementerian Pertanian merupakan kerja keras dari
seluruh jajaran Kementan dan BPK RI.
“Salah satu bukti keberhasilan adalah opini WTP dan saya bahagia
Kementan bisa mendapatkan penghargaan hebat,bergengsi yang membangun
gengsi derajat harga diri para pejabat Kementerian Pertanian,” ucap
Syahrul.
Menurut Syahrul WTP artinya melakukan semua kerja sesuai dengan target
tanpa melupakan administasinya. Ia mengatakan pengelolaan keuangan
sejalan dengan program kinerja.
“Sasaran harus dicapai tapi administrasi harus selesai,” ujar Mentan.
Mentan Syahrul juga meminta ke BPK RI untuk terus berdampingan dengan
Kementan dalam melakukan pengelolaan keuangan anggaran sehingga
kedepan segala kekurangan dapat terus dilakukan perbaikan.
“Tim auditor BPK secara keseluruhan terima kasih atas saran dan
masukan dalam upaya perbaikan penyusunan laporan keuangan Kementerian
Pertanian. Kami terus berharap kedepan kami terus diarahkan,” tukas
Syahrul.
Sumber foto : laman resmi Kementerian Pertanian