Kementan Perluas Industri Susu Sapi Perah

Gowa (Indoagribiz). Industri susu sapi memiliki prospek bisnis ke depan yang cukup menjanjikan.  Kementerian Pertanian (Kementan) bersama swasta (PT Cimory) mengembangkan industri susu sapi secara merata di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menghadiri groundbreaking atau peletakan batu pertama industri susu  di Desa Tonasa, Kecamatan Tombolo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.  “Kami mencoba mengimplementasikan program susu sapi perah di seluruh Indonesia. Kebetulan di daerah ini (Desa Tonasa) kontur kesiapan lahan untuk membuat peternakan sapi perah cukup memungkinkan secara teknis,” kata  Mentan, dalam siaran persnya, di Gowa, Rabu (17/3).

Syahrul mengatakan, susu adalah sumber nutrisi yang sangat baik untuk menjaga kecerdasan anak-anak Indonesia dimasa mendatang. Apalagi kondisi persusuan Indonesia baru terpenuhi sekitar 22 persen dari total kebutuhan susu nasional sebanyak 3,4 juta ton.

Menurut Syahrul, pemerintah bersama swasta harus menguatkan kemampuan sendiri supaya mampu memenuhi susu secara mandiri.  Ke depannya, pihaknya akan mengembangkan industri susu di wilayah lain agar semua orang bisa berinvestasi.

“  Ini juga mengembirakan karena budidayanya bisa kita lakukan bersama rakyat dan Cimory mengambil peranan sebagai offtaker,” ujarnya.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah mengatakan,  kebutuhan susu nasional masih cukup banyak, terutama untuk pemenuhan susu di wilayah Indonesia Timur. Kementan bersama jajaran Pemda Gowa menyambut baik upaya Cimory dalam membuka akses serapan susu sapi dari para peternak yang ada di Gowa.”Tentunya kalau kita bertupu ke pulau Jawa saja, terutama dengan keterbatasan lahan ini tidak akan cukup. Untuk itu salah satu inisiasi Kementan adalah mengembangkan sapi perah diluar pulau Jawa. Insyaallah kita akan memulai dengan membangun inkubator dari pengembangan sapi perah di kabupaten Gowa,” kata Nasrullah.

Menurut Nasrullah, PT Cimory saat ini memiliki budidaya sapi perah medium scale dengan kepemilikan 500 ekor sapi perah dan plasma dari 26 koperasi yang memiliki jumlah sapi perah kurang lebih 2.600 ekor sapi.  Berkat populasi tesebut, Cimory bisa menghasilkan 30 – 40 ton susu segar setiap hari.

Presiden Direktur Cimory, Bambang Sutantio menyampaikan terimakasih atas dukungan dan kerjasama jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) terkait pembangunan industri susu sapi perah di Kabupaten Gowa. Kerjasama ini dapat memberi manfaat besar bagi kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar.

Menurutnya, kerjasama ini akan memberi manfaat baik bagi kabupaten Gowa maupun masyarakatnya. “ Kerjasama ini bukan hanya sapi perahnya saja, tapi juga pada susu perahnya. Susu susu yang dikelola peteranak akan diambil oleh Cimory,”  pungkasnya. (ind)