Foto ilustrasi (republika)

INDOAGRIBIZ–Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menjalin kerja sama tentang penelitian dan pengembangan pertanian di provinsi tersebut.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen) Balitbangtan Kementan Dr Mastur mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian menyatakan, selain kegiatan riset dalam kerja sama tersebut juga terdapat diseminasi atau penyebaran informasi.

Oleh karena itu, lanjut dia, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang ada di tiap provinsi atau dalam hal ini BPTP Lampung juga harus ambil bagian dalam memajukan pertanian di daerah. Dengan nota kesepahaman tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan pertanian di Provinsi Lampung melalui pendayagunaan potensi sumber daya yang terpadu, terkoordinasi, dan saling menguntungkan untuk menunjang kesejahteraan masyarakat.

“BPTP Lampung sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian yang ada di Lampung harus menjadi bagian dari pembangunan pertanian di Lampung,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (25/11).

Pada kesempatan itu juga digelar diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion – FGD) oleh Badan Litbang Pertanian dengan Pemerintah Provinsi Lampung yang membahas potensi sumber daya genetik (SDG) pertanian bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Lampung yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Teresia Sormin mengungkapkan beberapa arah kegiatan SDG di Provinsi Lampung ke depan, yaitu dengan pendirian kebun koleksi, introduksi, inventarisasi serta evaluasi pemanfaatan SDG. “Selain itu juga dengan meningkatkan jejaring kerja antardaerah dan tingkat nasional,” tambahnya.

Dalam FGD yang dihadiri oleh seluruh SKPD provinsi dan kabupaten serta Komisi Daerah SDG Provinsi Lampung tersebut juga dibicarakan mengenai eksistensi dan kelembagaan SDG pertanian dan dukungannya terhadap ketahanan dan kemandirian pangan nasional, serta sinergi antara pemulia dan pengelola SDG lokal dalam pemanfaatannya untuk sumber pertumbuhan ekonomi. (moh)