Kementan Pantau Stabilitas Pasokan dan Harga Kedelai

Brebes (Indoagribiz). Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong stabilisasi pasokan dan harga kedelai di pasaran. Kementan juga memantau dan melakukan operasi pasar (OP) kedelai di Primkopti Brebes Sengkuyung, Jawa Tengah.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan,  upaya tersebut dilakukan untuk mendekatkan distribusi kedelai agar dapat menopang pengrajin tahu tempe yang dalam satu bulan terakhir mengalami permasalahan kenaikan harga.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi mengatakan, upaya jangka pendek dalam  mendorong stabilisasi pasokan dan harga dilakukan dengan mekanisme penyaluran langsung dari importir ke Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) di Pulau Jawa.

Melanjutkan Gerakan Stabilisasi Pasokan dan Harga Kedelai yang telah dilakukan di beberapa wilayah Pulau Jawa sebelumnya, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Risfaheri terus mengawal gerakan stabilitas kedelai ini. Risfaheri memastikan di semua wilayah, harga yang sampai kepada pengrajin tahu dan tempe sebesar Rp 8.500/kg.

“Upaya jangka pendek ini kita terus kawal, agar pengrajin tahu tempe dapat terus berproduksi dan konsumen juga mendapatkan harga tahu tempe tidak terlalu mahal,” kata  Risfaheri pada saat Gerakan Stabilitas Kedelai di Primkopti Kab. Brebes Sengkayung, Jawa Tengah, Senin (8/2).

Risfaheri juga berharap, stabilisasi pasokan dan harga kedelai dengan mekanisme pasokan kedelai langsung dari importir ke pengerajin tempe tahu melalui Gakoptindo, dapat sama-sama menguntungkan  baik importir, Gakoptindo maupun pengrajin. Diharapkan, kedepan produksi dalam negeri akan terus ditingkatkan.

“ Sehingga akan mengurangi ketergantungan kita dan produksi tahu tempe tidak terganggu fluktuasi harga kedelai impor,” ujarnya,

Hal senada juga diungkapkan  Ketua PUSKOPTI Jateng Sutrisno Supriyantoro. Sutrisno berharap kedepannya pemerintah akan terus melakukan upaya-upaya agar kondisi harga kedelai stabil kembali dan ditindaklanjuti dengan swasembada kedelai.

Pada kesempatan yang sama, Pengrajin Unit Pasar Batang Endang Sumiyati mengaku sangat senang dengan adanya operasi pasar kedelai. Bahkan, dia berharap kedelai yang diterima berkualitas baik dengan harga yang lebih murah dibanding harga pasar.

“Semoga dengan adanya gerakan stabilitas kedelai ini harga kedelai yang tinggi di pasaran juga ikut turun,” ujarnya.

Pengrajin Tempe Kelompok Gandasuli Brebes Sabar juga berharap harga kedelai kembali stabil. Sehingga,  tidak hanya saat adanya gerakan stabilitas kedelai saja, namun akan kembali stabil kedepannya. (ind)