INDOAGRIBIZ–Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Momon Rusmono, optimis swasembada kedelai di tahun 2018 akan terwujud. Pasalnya, semua faktor, baik SDM, anggaran, maupun regulasi telah lengkap dan tinggal dilaksanakan.

“Tidak ada alasan tidak mengawal, karena sudah ada dananya. Jadi, tidak ada alasan penyuluh terlambat,” ujar dia diwakili Kepala Pusat Penyuluh Pertanian, Fathan A Rasyid, pada “Konsolidasi Audit dan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluh Pertanian Melalui Dana Dekonsentrasi Tahun 2017” di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/11).

Guna mewujudkan swasembada kedelai pada 2018, Kementan mengalokasikan anggaran untuk 500 hektare lahan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017. Tapi, dicanangkan kedelai ditanami di lahan seluas 1 juta hektare melalui kegiatan “By One Get One”.

Soalnya, target produksi harus mencapai 2,5 juta ton demi merealisasikan swasembada kedelai di 2018.”Jadi, tidak semua petani tidak dapat bantuan. Ada fasilitas benih bersubsidi (bagi yang tak mendapatkan bantuan),” ungkap dia.

Untuk itu pula, para penyuluh diharapkan gencar mendorong poktan, agar bersedia tanam kedelai secara swadaya hingga 500 ribu hektare.”Siapa yang sukses? Penyuluh kita beri reward, 1-3 orang jalan keluar negeri. Tapi, bukan masalah reward, tapi daulat pangan,” tegas dia.

Sebagai informasi, swasembada kedelai masuk dalam visi Lumbung Pangan Dunia 2045 yang dicanangkan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Pelaksanaannya, melalui Program Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai (Upsus Pajale).

Kedelai menjadi fokus utama akhir-akhir ini, lantaran Indonesia sudah mencapai swasembada padi dan jagung. Malah, kedua komoditas strategis tersebut sudah berhasil diekspor ke sejumlah negara di Asia Tenggara.

Dari target 500 ribu hektare lahan kedelai yang masuk dalam APBN-P 2017, sekitar 370 ribu hektare diantaranya sudah dilaporkan. Sedangkan luas penanamannya baru mencapai sekira 70 ribu hektare.”Tolong ini diperhatikan. Saya hanya mengingatkan, kita bekerja secara accountable dan berkualitas. Selamat bekerja, semoga kita sukses semua,” tutur dia. [moh]

Foto : laman resmi Kementan