Inilah 10 Besar Provinsi Penghasil Beras
Indoagribiz –  Kementan melaporkan produksi beras secara nasional hingga akhir 2020 mendatang diperkirakan masih surplus. Perkiraan ketersediaan beras
tersebut didasarkan pada produksi dan kebutuhan konsumsi bulanan,
serta memperhitungkan stok yang ada
Namun begitu, tahukah kita provinsi mana saja penghasil beras
tertinggi?. Seyogyanya Indonesia sebagai negara agraris, masyarakatnya
di luar kepala mengetahuinya.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi
mengungkapkan data produksi beras 2019 dapat diperoleh dari data yang
dirilis BPS. Metode perhitungan yang digunakan BPS adalah Kerangka
Sampling Area (KSA), di mana perolehan angkat produksi berasnya dengan
menggunakan konversi 57,3 persen dari produksi padi.
“Peningkatan produksi di 10 provinsi itu tentu atas sinergi
Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah dengan semua pihak.
Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai terobosan dalam
meningkatkan produksi beras, di antaranya program mekanisasi
pertanian, penggunaan benih unggul, pemanfaatan lahan rawa dan di
tahun 2020 ini pun Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tetap
mengoptimalkan lahan rawa dan mempercepat masa olah lahan dan tanam,” demikian kata Suwandi di Jakarta, dikutip dari laman resmi Kementerian
Pertanian, Rabu (24/6).
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan saat ini Kementan memiliki stategi dalam menyediaan pangan khususnya beras. Dalam peningkatan kapasitas produksi saat ini dilakukan percepatan tanam padi pada Musim Tanam II 2020 seluas 5,6
juta ha, kemudian optimalisasi lahan rawa di Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Kita juga melakukan penyediaan input produksi, dan penyediaan sarana
dan prasarana produksi dan melakukan perluasan areal tanam baru di
wilayah defisit,”terang Mentan.
Berikut,10 provinsi di Indonesia sebagai produsen beras tertinggi
tahun 2019 berdasarkan hasil penghitungan BPS menggunakan metode KSA.
1. Provinsi Jawa Tengah, dengan luas panen 1.678.479 ha menghasilkan
padi 9.655.653 ton GKG atau setara 5.539.448 beras.
2. Provinsi Jawa Timur, dengan luas panen 1.702.426 ha menghasilkan
padi 9.580.933,88 ton GKG atau setara 5.496.581 ton beras.
3. Provinsi Jawa Barat, dengan luas panen 1.578.835 ha menghasilkan
padi 9.084.957 ton GKG atau setara 5.212.039 ton beras.
4. Provinsi Sulawesi Selatan, dengan luas panen 1.010.188 ha
menghasilkan padi 5.054.166 ton GKH atau setara 2.899.575 ton beras.
5. Provinsi Sumatera Selatan, dengan luas panen 539.316 ha
menghasilkan padi 2.603.396 ton GKG atau setara 1.493.568 ton beras.
6. Provinsi Lampung, , dengan luas panen 464.103 ha menghasilkan padi
2.164.089 tin GKG atau setara 1.241.538 ton beras.
7. Provinsi Sumatera Utara, dengan luas panen 413.141 ha menghasilkan
padi 2.078.901 ton GKG atau setara 1.192.665 ton beras.
8. Provinsi Aceh dengan luas panen 310.012 ha menghasilkan padi
1.714.437 ton GKG atau setara 983.572 ton beras.
9. Provinsi Sumatera Barat, dengan luas panen 311.671 ha menghasilkan
padi 1.482.996 ton GKG atau setara 850.794 ton beras.
10. Provinsi Banten, dengan luas tanam 303.731 ha menghasilkan padi
1.470.503 ton GKG atau setara 843.627 ton beras.
Untuk diketahui, data KSA BPS mencatat produksi nasional 2019 sebesar
31,31 juta ton beras dan pada akhir Desember 2019 terdapat surplus
beras dalam bentuk stok 5,90 juta ton.
Sumber foto : laman resmi Kementerian Pertanian