INDOAGRIBIZ–Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merupakan daerah penghasil padi utama di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sepertinya tanam dan panen selalu ada tanpa jeda di Lotim. Hal tersebut didukung oleh kondisi alam serta kearifan lokal yang masih sangat terjaga. Saat ini paling tidak terdapat dua kecamatan di Lotim yang masih melaksanakan panen, yakni Kecamatan Masbagik dan Kecamatan Sikur.

Di Kecamatan Masbagik, panen dilaksanakan oleh kelompok tani (Poktan) Loang Pekat di Desa Paok Motong. Terdapat 22 hektar sawah padi varietas cigeulis yang dipanen dengan produktivitas 7.6 ton/ha, dan para petani menjual hasil panen mereka dalam bentuk gabah seharga Rp 4.000/kg. Sementara di Kecamatan Sikur panen dilaksanakan oleh Poktan Ingin Maju di Desa Montong Baan. Para petani memanen padi varietas ciliwung di lahan seluas 20 hektar, dengan produktivitas 6 ton/ha.

Menurut PJ Upaya Khusus (Upsus) Lombok, Mastur PhD, daerah utara selalu ada air karena lapisan batuan tufa volkan yang porous di kaki Gunung Rinjani utara banyak menyimpan air, yang kemudian dikeluarkan melalui mata air.”Air tersebut dimanfaatkan dengan menggunakan bendungan yang airnya mengalir ke sawah-sawah di utara seperti daerah Sikur, Masbagik, dan Wanasaba,” kata dia sebagaimana dikutip laman resmi Kementerian Pertanian, Sabtu (24/2).

Petani daerah selatan yang lebih kering juga membuat embung berdasarkan kearifan lokal turun-temurun, sehingga daerah selatan yang awalnya panen padi hanya sekali dalam setahun kini menjadi dua kali dalam setahun, kondisi ini tentu menguntungkan petani karena masih ada komoditas lain yang mereka budidayakan yakni palawija. [moh]

Sumber foto : laman resmi Kementerian Pertanian