Mentan SYL di Acara Launching AEW Ragunan: Hadapi Pandemi, harus
Kreatif dan Produktif
Jakarta(Indoagribiz) – Pandemi Covid-19 sangat dirasakan dampaknya dalam berbagai
sektor kehidupan. Pembatasan mobilitas orang dan barang, terjadinya
pengangguran, dapat berpengaruh terhadap daya beli dan ketahanan
pangan masyarakat.
Untuk itu perlu usaha kreatif dan produktif agar pangan selalu
tersedia untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Dengan adanya pandemi ini, perlu kegiatan produktif yang
berkontribusi bagi perekonomian nasional, diantaranya kegiatan
pertanian yang maju dan modern,” ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin
Limpo (SYL) saat melaunching kawasan Agroeduwisata (AEW) di Ragunan,
Jakarta Selatan, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian,
Minggu (17/1).
“Dengan teknologi penyiraman otomatis melalui smartphone watering
system control, ini membuktikan kemajuan teknologi telah mampu
meningkatkan produktivitas, semuanya bisa diolah melalui aplikasi dan
online sistem,” tambahnya.
Menurut Mentan SYL, kawasan AEW Ragunan merupakan kegiatan pertanian
dengan mengembangkan kawasan pertanian yang berperan sebagai kawasan
produksi, edukasi, inovasi teknologi, inkubasi bisnis, konservasi
lingkungan, juga sebagai kawasan wisata.
Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi
mengatakan, pihaknya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan mitra
terkait telah mengembangkan Agroeduwisata di BPP Suku Dinas Ketahanan
Pangan, Kelautan dan Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan dengan total
luas lahan sekitar 2,2 hektar.
“Agroeduwisata ini dikembangkan dengan konsep pertanian perkotaan atau
urban farming yang mengintegrasikan proses usaha tani hulu-hilir, yang
dipadukan dengan aktivitas edukasi dan wisata bagi masyarakat dan
didukung dengan inovasi teknologi,” ucap Agung.
Menurut Agung, untuk memproduksi sumber pangan, kawasan AEW diharapkan
dapat sebagai show window implementasi teknologi pertanian perkotaan,
inkubasi bisnis dan hub untuk berkolaborasi bagi generasi milenial
(missal petani milenial dan jakpreneur), sarana edukasi dan wisata
bagi masyarakat, serta tempat konservasi lingkungan dan plasma nutfah.
Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara
Kementerian Pertanian dengan Pemprov DKI Jakarta tentang pengembangan
agroeduwisata. Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan DKI
Jakarta Dadang Solihin mewakili Gubernur DKI Jakarta, dalam kesempatan
ini berkomitmen untuk terus berusaha memfasilitasi warganya dalam
pemenuhan kebutuhan pangan keluarga melalui urban farming.
“Targetnya 12 lokasi AEW di DKI. Untuk itu sinergi ini perlu terus
dilakukan ke depannya, khususnya dengan Kementan,” ucapnya.
Pembangunan AEW sudah menjadi komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam
memberikan edukasi berbasis pertanian kepada masyarakat. Dengan
didukung teknologi yang sesuai, pertanian di Jakarta dengan
memanfaatkan lahan kosong ternyata dapat berfungsi sebagai sumber
penghasilan pangan.
Di AEW Ragunan, dapat disaksikan tanaman superfood endemik lokal untuk
ketahanan pangan keluarga. Selain itu, ada pula teknologi budidaya
urban farming seperti teknologi hidroponik, microgreen, tanaman edible
flower yang terintegrasi pula dengan sektor perikanan yaitu kolam
bioflok, dan lobster air tawar. Selain tanaman, ada juga sektor
peternakan yaitu peternakan sapi perah dan Taman Kelinci. AEW juga
memperkenalkan pakan ikan alternatif yaitu dengan budidaya maggot.
Selain itu, di lokasi AEW Ragunan juga terdapat beberapa gerai pangan
lokal binaaan jakpreneur yg ada di Jakarta Selatan. Produk yang
tersedia diantaranya adalah aneka olahan singkong, sorgum,talas, sagu
dan susu.