INDOAGRIBIZ–Kementerian Pertanian (Kementan) mengawal penyerapan produksi beras di daerah eks-Karesidenan Pekalongan yang juga merupakan kawasan penghasil sentra padi terbesar di Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

“Kami dorong serapan gabah dan beras oleh Bulog mencapai target yang sudah ditentukan,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan, Momon Rusmono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (3/10).

Momon mengemukakan hal itu saat melakukan kunjungan ke daerah tersebut dalam rangka melihat keadaan langsung serapan gabah dan beras yang dilakukan Tim Upaya Khusus (Upsus) Daerah bersama Bulog (Badan Urusan Logistik).

Kepala Badan bersama Kepala Subdivre Pekalongan, Dandim Tegal, dan romobingan Tim Upsus Pusat dan Derah mengunjungi dua gedung beras Bulog yaitu di Munjungagung dan Procot. Hasilnya ditemukan hingga saat ini Bulog Subdivre Pekalongan sudah 50 persen atau sekitar 55 ribu ton menyerap dari para mitra yang merupakan penggilingan beras kecil di daerah sentra.

“Kami kawal dan dampingi supaya percepatan ini bisa didorong lagi supaya serapannya bisa lebih tinggi lagi,” ujar Momon.

Sementara itu, Kepala Bulog Subdivre Pekalongan Muhson menuturkan, pihaknya optimis dapat mencapai target penyerapan beras sebesar 118 ribu ton tahun ini. Muhson menyebut, Bulog Divre Pekalongan memiliki enam gudang beras yang masing-masing berada di Pekalongan, Batang, Tegal (dua gudang), Pekalongan, dan Brebes. Masing-masing gudang beras tersebut sudah memiliki mitra penggilingan padi dan satuan kerja.

Bulog Subdivre Pekalongan juga berkeliling ke penggilingan padi dan sejumlah petani sehingga mereka bisa segera mengirimkan beras ke Bulog, atau masyarakat juga bisa menjual beras ke Bulog dengan melalui kelompok tani di masing-masing desa. Dengan semakin banyaknya stok beras di gudang, lanjutnya, diharapkan agar beras tercukupi untuk kebutuhan pangan masyarakat di dalam negeri.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menginginkan Bulog dapat segera menyerap produksi pertanian dalam menjaga tingkat kesejahteraan petani melalui perbaikan harga jual produk pertanian tersebut.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Spudnik Sujono, di kantornya, Jakarta, Senin (18/9), mengatakan, pihaknya sudah dua kali bersurat ke Perum Bulog agar menyerap produksi petani. [MOH]