Kementan Gandeng IDI Kerja Sama Riset Aromaterapi dari Eucalyptus
Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menjajaki kerja sama dengan
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dalam pengembangan
inovasi produk aromaterapi berbahan dasar tanaman eucalyptus.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan)
Kementan Fadjry Djufry mengatakan, kerja sama ini dilakukan untuk
pengembangan penelitian menuju tahapan uji klinis kepada pasien yang
terpapar virus.
Ketika mendampingi Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo menerima
Pengurus Besar IDI di Kantor Kementan, Fadjry mengaku optimistis bahwa
inovasi yang dilakukan akan memberikan dampak dan manfaat yang besar
bagi masyarakat Indonesia.
“Mudah-mudahan ini langkah awal untuk menjawab semua keraguan atas apa
yang kita sudah hasilkan meski sebatas uji laboratorium dan masih
perlu uji lainnya,” ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta,
Sabtu (1/8).
Sementara itu Ketua IDI Daeng Muhammad Faqih, mengatakan bahwa riset
yang dilakukan akan dilakukan secara terstruktur dengan memanfaatkan
bahan-bahan alami yang dimiliki oleh Indonesia.
Menurut dia, bukan tidak mungkin Indonesia mampu membuat sebuah temuan
yang menjadi obat virus corona.”Kerja sama yang akan kita lakukan dari
hasil riset pertama di laboratorium mudah-mudahan akan menghasilkan
perkembangan yang positif pada tahap uji klinis,” katanya.
Untuk itu, tambahnya, pihaknya akan mendukung terus apa yang sudah
dilakukan oleh Kementan, apalagi upaya tersebut adalah langkah yang
besar bagi bangsa Indonesia.
Menurut dia, apa yang dilakukan Kementan bukan hanya mencari jalan
keluar untuk virus corona saja, namun lebih dari itu upaya ini untuk
mencari persoalan masalah kesehatan lainnya dengan memanfaatkan
kekayaan sumber alam yang ada di Indonesia.
Terlebih, lanjutnya, saat ini negara-negara di seluruh dunia tengah
berjuang dalam mencari penawar virus corona.”Saya kira apapun akan
dilakukan dalam membantu negara mengatasi berbagai permasalahan.
Kementan sudah melakukan itu,” kata Daeng Faqih.
Sebelumnya, Kementan sudah lebih dulu bekerjasama dengan fakultas
kedokteran Universitas Hasanuddin dan fakultas kedokteran Universitas
Indonesia dalam melakukan pengembangan penelitian dan riset.
Dalam kerja sama tersebut Kementan berencana mengkormesilkan produk
inovasi melalui lisensor pihak swasta yang melisensi produk dari
Kementan.