Kementan Dorong Produksi dengan Teknologi dan Mekanisasi

Bogor (Indoagribiz).  Mekanisasi pertanian adalah salah satu solusi dalam rangka meningkatkan produksi dan daya saing pertanian.  Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong jajaran Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) untuk mempercepat proses produksi pertanian dengan sentuhan teknologi mekanisasi berbasis digital.

Menurut Syahrul, mekanisasi merupakan langkah penting yang harus dilakukan Kementan untuk memperkuat daya gedor produksi nasional di tengah ancaman pandemi covid 19 yang terus berkepanjangan.

” Peranan PSP itu sangat penting, sebab tidak mungkin rasanya maju tanpa mekanisasi. Dan tidak mingkin maju tanpa digital. Bahkan kita tau asuransi saja sudah menggunakan digital,” ujar Mentan daalam Pelaksanaan Program Kegiatan Pembangunan Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 2021 yang digelar di IPB Convention Center (ICC) Bogor.

Implentasi kerja PSP lanjut Syahrul, harus sesuai dengan rumusan dan kebijakan yang telah ditetapkan beraama. PSP harus mengetahui perkembangan dan target akhir yang akan dicapai.

“Ending bulanan apa dan ending tahunan apa. Semuanya harus jelas. Kedua, jangan ada yang jalan sendiri. koordinasinya harus jelas di tingkat kostratani yang ada. sama juga dengan pupuk, gak boleh jalan sendiri. Semua kita kerjakan bersama,” jelas Syahrul, dalam siaran pers, di Bogor, Kamis (28/1).

Mentan  juga berpesan agar pengelolaan anggaran yang saat ini berjalan baik bisa dimaksimalkan untuk pemenuhan panagn bagi 270 juta jiwa penduduk Indonesia. “Soal pangan tidak boleh ada yang bersoal,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhi mengatakan, akan menjalani semua program sarana dan prasarana pertanian secara modern.  Apalagi, PSP sudah memiliki aplikasi Proteksi Pertanian (Protan) sebagai alat layanan Kementan dalam memenuhi kebutuhan petani. Aplikasi ini merupakan inovasi terbaru hasil kerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia.

“Asuransi tanaman padi, asuransi ternak kerbau dan lain-lain sudah bisa dilihat dari layar smartphone,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, Diwe Novara mengemukakan, aplikasi Protan memiliki banyak manfaat untuk para petani dan peternak di seluruh Indonesia.

“Aplikasi Protan dilengkapi dengan pengukuran polygon area kerusakan lahan yang mengalami gagal panen, geolocation koordinat lahan, auto generate download formulir, penyimpanan data klaim, update status pelaporan klaim, dan dilengkapi juga dengan berita umum seputar pertanian dan peternakan, dan masih banyak fitur menarik lainnya,” pungkasnya. (ind)