Indoagribiz – Menteri Pertanian (Mentan) SyahruI Yasin Limpo
mengunjungi lokasi Food Estate dan Padat Karya Tunai Irigasi pada eks
lahan gambut di Desa Gadabung Kecamatan Pendih Batu Kabupaten Pulang
Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (11/6).
Dalam kesempatan ini, Mentan mengungkapkan bahwa program food estate
merupakan program arahan Presiden Joko Widodo untuk menumbuh
kembangkan sektor pertanian secara merata. Dengan program ini,
diharapakan produksi pertanian meningkat drastis sehingga mampu
menambah kebutuhan dalam negeri dan pasar ekspor.
“Apa yang diminta Presiden adalah sebuah penghargaan yang luar biasa
untuk Kalimantan Tengah. Sebab nantinya semua mata akan tertuju ke
sini, bahkan Bapak Presiden sudah menginstruksikan kepada saya untuk
mempersiapkan Provinsi Kalimantan Tengah menjadi lumbung pangan. Ini
tantangan yang sangat bagus bagi kita, Pak Gubernur,” ujarnya dikutip
dari laman resmi Kementerian Pertanian, Jumat (12/6).
Secara singkat, kata Mentan, food estate merupakan proyek klaster
untuk pengembangan sayuran, buah-buahan dan aneka tanaman pangan
sebagai kebutuhan utama masyarakat Indonesia. Bahkan, pemerintah juga
akan membangun sarana produksi dan infrastruktur pertanian seperti
embung dan irigasi.
“Saya akan turunkan hortikultura, kemudian saya akan turunkan pepaya,
sayuran, peternakan dan lain-lain. Kira-kira itu bayangannya. Jadi,
bicara Food Estate bukan cuma padi dan jagung saja. Kita buat konsep
berbasis klaster. Jadi setiap wilayah harus dipetakan, kita
klasterkan, ada klaster peternaknya, ada klaster apanya, dan lain
sebagainya,” katanya.
Menurut Mentan, konsep pengembangan food estate meliputi diversifikasi
pangan yang digarap di area 164 ribu hektare. Diharapkan, cara-cara
ini bisa membantu Provinsi terdekatnya untuk meningkatkan produksi
tanaman pangan.
“Harus dipahami, kalau mau tanam hanya untuk kepentingan beras saja,
banyak sekali di wilayah lain. Tapi pertanian yang ingin dibuat kali
ini tidak pernah ada di Indonesia. Jadi tolong Pak Gubernur, Pangdam,
DPRD, kita bersama-sama, Pak Danrem, Pak Kapolda, Kabinda, dan
Kejaksaan Tinggi kita bersama-sama bangun dan kembangkan food estate
ini,” katanya.
Mengenai hal ini, Gubernur Sugianto Sabran menyampaikan terimakasih
atas kepercayaan Pemerintah Pusat dalam memproyeksikan Kalimantan
Tengah sebagai lumbung pangan nasional. Untuk itu, Gubernur meminta
semua jajaran Forkopimda dan seluruh stakeholder mendukung program
Food Estate tersebut.
“Di Kalteng kita memiliki potensi pertanian, seperti di Kabupaten
Kotawaringin Timur dan Barito Timur. Maka itu, kita harus bangun
pertanian ini menjadi lebih baik. Terima kasih, Pak Menteri atas
arahannya. Pada intinya kami selaku Pemerintah Daerah siap bekerja.
Ini kepercayaan yang sangat luar biasa. Jadi kita harus sambut dengan
semangat. Kalimantan Tengah siap, Pak Menteri. Sebelum Bapak Presiden
datang, kita harus sudah siap semua,” katanya.
Sebagai informasi, Kalimantan Tengah merupakan wilayah subur yang
berhasil mengembangkan Padi Inbrida Varietas Unggul Baru  INPARI-42
dan Padi Hibrida SUPADI. Selain padi, Provinsi ini jiga berhasil
memproduksi jagung untuk kebutuhan nasional. Tahun 2015 misalnya,
produksi Jagung di sana mencapai 8.940 ton Pipilan Kering dan tahun
2019 produksi jagung sebesar 71.000 – 118.000 Ton Pipilan Kering, naik
hampir 1.000 persen.
Sedangkan untuk luas baku sawah Kalimantan Tengah tahun 2018 mencapai
186.510 Ha. Mengacu pada Ketetapan Menteri ATR/BPN Nomor :
686/SK-PG.03/XII/2019 tanggal 17 Desember 2019 Perihal Penetapan Luas
Lahan Baku Sawah Nasional Tahun 2019 seluas 136.486 Ha.
Sumber foto : laman resmi Kementerian Pertanian