Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) KementAN Agung Hendriadi (kedua dari kanan) menerima kunjungan Direktur WFP Ms. Anthea (kedua dari kiri)

INDOAGRIBIZ. Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Dr. Agung Hendriadi didampingi Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Ir. Mulyadi Hendiawan dan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Benny Rachman menerima kunjungan Direktur World Food Programme (WFP) untuk Indonesia, Ms. Anthea. Pertemuan tersebut untuk memantapkan kerja sama yang telah dibangun antara BKP dengan WFP sejak tahun 2002.

Direktur WFP Ms. Anthea Webb menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng sebagai Kepala BKP. Selanjutnya WFP juga mengapresiasi komitmen BKP untuk terus mengembangkan Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlasā€“FSVA).

Keberadaan FSVA saat ini telah menjadi dasar bagi Kementerian/Lembaga seperti Kemendes, Kemensos, Kemenkes dan Kemendikbud sebagai dasar penentuan lokasi program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk pengentasan kemiskinan, penanganan rawan pangan. Secara global, FSVA Indonesia telah menjadi best practices dalam pengembangan FSVA bagi negara lain, di antaranya Kamboja dan Srilanka. Negara lain yang pernah ke Indonesia untuk mendalami FSVA adalah Filipina dan Afganistan.

Aktivitas kerja sama yang intensif antara BKP dan WFP mencakup pengembangan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) dan penyusunan Buletin Pemantauan Ketahanan Pangan. Buletin tersebut khususnya dilakukan dengan kerja sama intensif antara BKP, BMKG, WFP, FAO, BNPB, LAPAN, dan BPS.

Direktur WFP juga mendukung terhadap upaya Gerakan Diversifikasi Konsumsi Pangan yang menjadi mandat BKP. Hal ini selaras dengan komitmen WFP untuk mendukung promosi konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang dan aman (balanced diet).

Kepala BKP, Dr. Agung Hendriadi mengatakan, akan memantapkan kerja sama yang sudah dijalin selama ini, dengan ditandatangannya kerjasama pada periode 2017-2020, sehingga WFP dapat lebih intensif dalam pelaksanaan capacity building dengan melibatkan pakar baik lokal maupunn internasional, demi memantapkan pembangunan ketahanan pangan nasional.

Kepala BKP juga mengatakan bahwa, hasil survey FSVA akan dijadikan basis penyusunan program BKP, khususnya untuk pengentasan darerah rawan rentan pangan sesuai semangat tahun ke 3 Pemerintahan Jokowi-JK dalam hal pemerataan pertumbuhan. [MOH]

Foto : laman resmi Kementan