INDOAGRIBIZ–Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) mengapresiasi Kabupaten Bantul yang merealisasikan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) sebesar 108 persen.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita menyebutkan berdasarkan laporan dari Sekretariat Nasional Upsus Siwab, hingga 1 Desember 2017, Kabupaten Bantul telah merealisasikan inseminasi buatan (IB) sebesar 24.754 dari target sebanyak 23.000. “Kami apresiasi para peternak Bantul yang sangat antusias menyambut program Upsus Siwab ini. Melalui IB, diharapkan terjadi lompatan peningkatan baik kuantitas maupun kualitas populasi ternak nasional,” kata Ketut melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (7/12).

Ketut optimistis dengan dukungan sumber daya alam yang dimiliki dan dukungan masyarakat, D.I. Yogyakarta, khususnya Kabupaten Bantul, dapat mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan secara berkelanjutan. Ia berharap percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau melalui IB ini dapat terlaksana seperti yang ditargetkan Presiden RI Joko Widodo untuk mewujudkan swasembada daging sapi pada 2026.

Dalam peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Kabupaten Bantul, Ketut menyampaikan inovasi dan modernisasi dengan pemanfaatan teknologi di bidang peternakan, pertanian, hortikultura, perkebunan, perikanan, dan kehutanan sangat mendukung dalam mewujudkan swasembada pangan.

Adapun tema HPS Nasional tahun ini adalah “Menggerakkan Generasi Muda dalam Membangun Pertanian Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia”. Menurut Ketut, tema ini sangat strategis mengingat kurangnya minat generasi muda terhadap pertanian saat ini.”Modernisasi dan peningkatan peran generasi muda ini diharapkan dapat mewujudkan Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia pada tahun 2045,” ujar dia.

Oleh karena itu, Kementan mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam membangun desa, terutama dalam mewujudkan tercapainya swasembada pangan. Opimalisasi reproduksi ternak dengan IB ini merupakan pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan populasi dan mutu genetik ternak. Melalui IB, penyebaran bibit unggul ternak dapat dilakukan dengan murah, mudah, dan berkualitas. [moh]