Kopi Gayo

INDOAGRIBIZ–Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Trade and Private Sector Assistance (TPSA) Kanada memfasilitasi pertemuan para pengusaha kopi gayo Indonesia untuk memperkenalkan variasi kopi tersebut kepada pembeli potensial asal Kanada.

Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Ditjen PEN Kemendag Sulistyawati mengatakan, kedatangan lima pembeli potensial asal Kanada tersebut merupakan salah satu langkah untuk mempromosikan kopi Indonesia, dalam hal ini kopi gayo dan berbagai ragamnya, ke Kanada. “Tidak hanya di Aceh, kopi khas Indonesia memiliki 16 jenis dengan indikasi geografis yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia,” kata dia dalam rilis di Jakarta, Jumat (24/11).

Kegiatan tersebut dikemas dalam format “buyer mission” yang berlangsung pada 13-17 November 2017 di Takengon, Aceh Tengah, Provinsi Aceh. “Buyer mission” ini merupakan wujud kerja sama antara Ditjen PEN dengan Global Affairs Canada dalam TPSA Project untuk mempromosikan produk kopi khas (specialty coffee) Indonesia.

Sebanyak lima pembeli potensial asal Kanada tersebut adalah Bean North Coffee Roasting, Cooperative Coffee, Just Us Coffee Roaster Cooperative, Los Beans, dan Lenoir & Lacroix. Selama di Takengon, kelima pembeli akan mengunjungi lima produsen kopi gayo. Kelima produsen tersebut adalah PT Meukat Komoditi Gayo, PT Orang Utan Lestari, Koperasi Redelong Organic, Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowa Gayo), dan Koperasi Arinagata.

Menurut Sulistyawati, program “buyer mission” tersebut memberikan potensi bisnis bagi para pengusaha kopi gayo Indonesia di Takengon kurang lebih sebesar 1,2 juta dolar AS.

Kunjungan para pembeli Kanada ini merupakan tindak lanjut dari partisipasi Kemendag pada pameran Specialty Coffee Association of Amerika (SCAA) pada 20-23 April 2017 di Seattle, Amerika Serikat. Dalam pameran tersebut, Indonesia mempromosikan berbagai kopi khas Nusantara. Kemendag juga memanfaatkan pameran dagang skala internasional terbesar di Indonesia, yaitu Trade Expo Indonesia (TEI) untuk mempromosikan produk-produk kopi Indonesia.

Tercatat, ekspor produk kopi Indonesia ke Kanada pada 2016 mencapai 21,5 juta dolar AS. Ekspor kopi ke Kanada tersebut memiliki tren positif selama 2012-2016 sebesar 10,3 persen. Pada periode Januari-Agustus 2017, ekspor kopi Indonesia mencapai 18,4 juta dolar AS atau meningkat cukup signifikan sebesar lima juta dolar AS jika dibandingkan periode sama 2016. [moh]