Kelompok Tani Muda Kembangkan Tomat Berkualitas Substitusi Impor
Jakarta – Kelompok tani muda dan mandiri asal Cibodas Lembang, Bandung
Barat, Jawa Barat, mengembangkan tomat besar yang selama ini banyak
diimpor untuk kebutuhan restoran siap saji, yang dikenal dengan Tomat
Beef.
Kelompok tani yang melakukan penanaman Tomat beef di Lembang, Bandung
Barat ini, diprakarsai kelompok tani Macakal.
Menurut Ketua Kelompok Tani Macakal, Triana Atri, dalam keterangan
tertulis di Jakarta, Kamis (20/8), mengatakan pihaknya telah menanam
Tomat beef sejak tiga tahun lalu. Masa tanam tomat sendiri, kata dia,
75 hari dengan sistem tumpang sari yang ditanam di atas lahan satu
hektare.
“Tomat beef kualitas import kami tanam untuk memenuhi kebutuhan tomat,
yang selama ini masih kita impor,” kata Triana Antri.
Triana Antri yang juga petani sukses mengekspor baby bunchis ke
Singapura ini, optimistis suatu saat tomat beef lokal dapat menekan
dan mengurangi impor tomat.
Menurut Antri, Tomat Beef ini merupakan tomat pelapis untuk burger dan
biasa disajikan di restoran cepat saji terkenal di Tanah Air.
Harga jual Tomat Beef senilai Rp14.000 per kilogram dengan kualitas
premium dan eksklusif.”Kita coba dengan sayuran-sayuran eksklusif
dengan standar harga jual kualitas terbaik,” kata Antri yang biasa
dipanggil ke berbagai daerah untuk memotivasi petani modern.
Wabah COVID-19 diakuinya memberi dampak kepada petani Tomat Beef
Lembang terutama, terkait harga jual namun petani Lembang masih bisa
bertahan.”Tidak terlalu terpukul meski ada dampaknya,” kata Triana
Antri.