8 Ponpes saat bertemu dengan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi.

INDOAGRIBIZ–Kementerian Pertanian (Kementan) akan memformulasikan dan mensinergikan apa yang diperlukan pondok pesantren dalam upaya membangun pertanian di masing-masing pondok pesantren.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengatakan, untuk memudahkan serta mengindentifikasi kebutuhan pondok pesantren, maka wakil-wakil pimpinan pondok pesantren diminta membuat proposal, sehingga bisa diformulasikan apa yang diinginkan dan disinergikan pelaksanaannya dengan program-program yang ada di Kementerian Pertanian.

”Yang penting Calon Penerima dan Calon Lokasi  (CPCL) program yang diusulkan harus jelas, sehingga bisa dilihat perkembangan dan kemajuan usaha pertanian yang dikembangkan pondok pesantren,” kata Agung saat menerima audiensi 8 pimpinan perwakilan Pondok Pesantren di kantor BKP, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Sabtu (4/11),

Adapun pondok pesantren yang hadir dalam pertemuan itu adalah, Alfallah Bandung, Buntet Cirebon, Suryalaya Tasikmalaya, Darul Tauhid Bandung, Saungbalong Majalengka, Al Ittifaq Ciweday Bandung, Idrisiyah, Al Ashriyah Nurul Bandung.

Menurut Agung, pihaknya akan memberikan fasilitasi baik berupa fisik maupun non fisik. Berupa fisik misalnya, bantuan alat mesin pertanian, bantuan bibit tanaman dan lainnya, sedangkan non fisik berupa penyuluhan, pelatihan dan riset di lapangan oleh peneliti Kementan.

“Khusus dari BKP, akan kita kembangkan diversifikasi pangan dengan menempatkan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) di pondok pesantren. Pondok pesantren bisa sebagai tempat kebun bibit, sehingga mampu memenuhi aneka kebutuhan bibit tanaman seperti buah-buahan dan sayuran secara mandiri,” jelas Agung.

“Intinya, Kementerian Pertanian akan menjalin kemitraan dengan pondok pesantren sesuai kebutuhan, dan disinergikan dengan program yang ada di Kementan,” tambah Agung.

Menurut Agung, Badan Ketahanan Pangan akan menempatkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Pondok Pesantren.

Kepala Departemen Emonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, M. Anwar Bashori, yang turut dalam pertemuan itu mengatakan, Bank Indonesia (BI) sangat mendukung pembangunan pertanian yang dilakukan pondok pesantren. “Kami memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR). Program ini nantinya akan kami arahkan untuk mendukung pengembangan pertanian di pondok pesantren melalui Kemitraan,” kata Anwar.

Untuk mengetahui keinginan pondok pesantren, kata Anwar, pihaknya akan mempelajari proposal yang diajukan, sehingga apa yang dibutuhkan pondok pesantren bisa dipenuhi.

Dalam audiensi, masing-masing pimpinan pondok pesantren, telah menjelaskan berbagai permasalahan dan kebutuhan dalam pengembangan pembangunan pertanian di pondok pesantren.

Audiensi ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi pusat dan daerah yang dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat (27/9) lalu, dalam acara Temu stakeholder bertajuk “Pesantren sebagai Penggerak Pemberdayaan Ekonomi yang lebih Inklusif”.

Dalam acara yang dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Pejabat BI dan Pimpinan Pondok Pesantren itu, saat itu Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya sangat mendukung pembangunan pertanian di pondok pesantren.

Untuk itu, Kementerian Pertanian akan menginventarisir sumberdaya yang dimiliki pesantren (seperti lahan) pondok pesantren dan kebutuhannya. [MOH]

Foto : laman resmi Kementan