2021, Kartu Tani Ditargetkan Berlangsung Efektif
Jakarta – Pemerintah terus melakukan penyempurnaan dalam implementasi
penggunaan Kartu Tani. Lewat Kartu Tani, pemerintah melalui
Kementerian Pertanian akan mendistribusikan pupuk bersubsidi. Oleh
karena itu, penyebaran Kartu Tani ke seluruh Tanah Air akan dilakukan
bertahap dan diharapkan bisa diberlakukan secara efektif pada 2021.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kartu Tani memiliki
manfaat yang baik buat petani. Khususnya buat penerima pupuk subsidi.
“Pola pendistribusian pupuk subsidi terus kita perbaiki. Sehingga saat
ini data penerima pupuk subsidi bisa valid hingga 94%. Data ini akan
akan semakin diperkuat dengan Kartu Tani yang kriterianya berdasarkan
by name by address. Dengan cara ini, kita harapkan pupuk bersubsidi
benar-benar diterima oleh pihak yang membutuhkan,” tuturnya dikutip
dari laman resmi Kementerian Pertanian, Jumat (11/9).
Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo
Edhy, dalam Webinar Kartu Tani yang diselenggarakan Kontak Tani
Nelayan Andalan (KTNA) bersama Kementan, dan disiarkan live streaming
di kanal Youtube, Selasa (8/9), mengatakan mengatakan distribusi Kartu
Tani terus dilakukan.
“Memang Kartu Tani agak tersendat, dalam rapat bersama DPR,
kesimpulannya Kartu Tani harus dilaksanakan secara bertahap. Karena
banyak petani belum punya kartu tani, kita keluarkan surat yang isinya
pupuk subsidi diberlakukan bagi para petani yang pegang kartu tani,
sedangkan untuk yang belum punya, akan dilakukan secara manual,”
paparnya.
Sarwo Edhy mengatakan, jumlah petani berdasakan eRDKK ada 13,9 juta
orang. Sedangkan Kartu Tani yang telah dicetak 9,3 juta kartu, dan
Kartu Tani yang terdistribusi sekitar 6,2 juta kartu. Dari jumlah itu,
Kartu Tani yang digunakan baru 1,2 juta.
“Untuk masalah ini, Kita di Ditjen PSP menjalankan instruksi dari KPK
tetapi tetap menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Diharapkan awal
tahun depan Kartu Tani sudah efektif dan bisa selesai 100%,” katanya.
Untuk itu, Sarwo Edhy mengajak Himbara, yaitu BRI, BNI, Mandiri, untuk
segera mendata dan menginventasir Kartu Tani yang ada di wilayahnya,
serta mendata Kartu Tani yang belum terdistribusi ke petani.
“Sedangkan untuk Pupuk Indonesia kita minta untuk melakuan sosialisasi
bersama Kementan. Khususnya sosialisasi kepada distributor. Kemudian
distributor bisa sosialisai ke kios-kios dan pengecer, dan kios serta
pengecer sosialisasi ke petani didaerahnya. Sehingga kartu tani bisa
berjalan dengan lancar,” tutur Sarwo Edhy.
Di bagian akhir, Sarwo Edhy menegaskan Kartu Tani merupakan
satu-satunya bentuk perlindungan pemerintah kepada petani, khususnya
dalam memenuhi haknya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.
Narasumber lain di Webinar, Djoko Purwanto, Executive Vice President,
Social Entrepreunership & Incubation Division BRI, mengatakan Kartu
Tani adalah bagian dari framework strategi jangka panjang sektor
pertanian.
“Kartu Tani merupakan strategi pembangunan pertanian yang visioner dan
integratif. Yang didalamnya berkaitan dengan kejelasan tata ruang
nasional, infrastuktur, pola pengusahaan pertanian, kelembagaan
pertanian, riset dan teknologi tepat guna, supply chain management,
aspek keuangan, monitoring neraca produksi dan stok nasional, serta
bagian dari industri berbasis pertanian,” tuturnya.
Dukungan untuk pelaksanaan Kartu Tani juga disampaikan PT Pupuk
Indonesia melalui Direktur Pemasarannya, Gusrizal.“Pupuk Indonesia
sangat mendukung Kartu Tani. Sebab, Kartu Tani bermanfaat buat petani
dan juga buat Pupuk Indonesia. Karena, memudahkan ketepatan sasaran
penerima, mudah pertanggungjawabannya, penagihan lebih singkat.
Makanya Kita mendukung program kartu tani,” terang Gusrizal.
Ditambahkannya, Kartu Tani juga menyambungkan pabrik pupuk dengan
petani. Karena Kartu Tani melengkapi link yang akan menghubungkan kios
lansgung dengan petani.
Sumber foto : laman resmi Kementerian Pertanian