Anggota DPR: Klaim Kalung Anticorona Harus Berbasis Prosedur Riset
Jakarta – Wakil Ketua Bidang Industri dan Pembangunan Fraksi PKS DPR
Mulyanto menginginkan klaim kalung anticorona harus benar-benar
berbasis prosedur riset yang baku dan diakui luas secara ilmiah agar
tidak membingungkan masyarakat.
Mulyanto dalam rilis di Jakarta, Senin (3/8), menyayangkan klaim
Kementerian Pertanian yang dinilai agak terburu-buru karena tidak
sesuai prosedur riset yang umum berlaku.
“Jangan sampai membuat heboh dan membingungkan masyarakat. Apalagi ini
terkait dengan pengobatan virus corona yang sampai hari ini masih
belum dapat kita kendalikan,” ujarnya.
Apalagi, lanjutnya, riset produk kalung minyak kayu putih ini tidak
berdasarkan pada isolat virus corona yang menjadi biang keladi pandemi
COVID-19. Selain itu, ujar dia, produk ini belum melalui tahapan uji
praklinis dan klinis.
“Karenanya, tidak heran kalau izin edar dari BPOM atas kalung minyak
kayu putih ini adalah dalam kategori jamu bukan obat,” jelas Mulyanto.
Namun demikian, mantan Irjen Kementan ini mengakui capaian peneliti di
Balitbang Kementan ini sudah sangat baik.
Untuk itu, Mulyanto menyarankan temuan ini diteruskan hingga tahap uji
praklinis dan klinis, dengan melibatkan peneliti kesehatan yang
kompeten atau bekerja sama dengan Balitbang Kemenkes, LBM Eijkman atau
perguruan tinggi.
“Kita bangga dengan para peneliti Balitbang Kementan yang kreatif
terjun dalam riset kesehatan berbasis sumber daya hayati kita. Ini
keunggulan komparatif kita dibanding negara lain. Kekayaan
biodiversitas Nusantara yang sangat berlimpah,” ucapnya.
Ia menilai konsorsium riset COVID-19 di BRIN (Badan Riset dan Inovasi
Nasional) perlu mengajak dan mendorong temuan ini, agar semakin
optimal ke depannya.