INDOAGRIBIZ–Areal lahan pertanian Kalimantan Tengah yang sangat luas yang didukung sumber daya alamnya bisa menjadikan Kalteng sebagai sentra produksi beras organik terbesar di dunia. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan menanam 300 ribu hektar padi organik di wilayah tersebut.

“Kami bersama dengan Gubernur Kalteng akan mewujudkan mimpi ini, bagaimana mensejahterakan petani, karena saat ini kita sudah tidak impor beras, jagung, bawang merah dan cabai. Yang harus kita kejar saat ini padi organik untuk ekspor,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman ketika hadir ditanam perdana beras organik 300.000 hektar di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulangpisau, Kalimantan Tengah, Kamis (16/11).

Sebagai catatan, saat ini harga padi organik US$ 6 per kilo atau sekitar Rp 100 ribu perkilo dan jika program beras organik ini berhasil maka akan sangat menguntungkan petani.

Sementara itu Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran melihat sektor infrastruktur sebagai hal krusial yang harus digenjot secepatnya sebagai upaya peningkatan ekonomi propinsi Kalimantan Tengah.

“Dengan APBD Propinsi Kalteng sebesar 4 hingga 5 trilyun masih kurang dalam upaya peningkatan ekonomi, target saya antara 7 hingga 10 trilyun APBD untuk membangun infrastruktur di Kalteng. Jangan sampai sentra pertanian infrstruktur tidak terbangun,” ujar dia.

Untuknitu, Sugianto menghimbau kepada Bupati, Camat dan Kadis untuk bekerja bersama membangun Kalteng dan fokus sesuai arahan Presiden adalah membangun infrastruktur. (moh)

Foto : laman resmi Kementan