Jakarta(IndoAgribiz). PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mengumumkan, hingga 1 Juni 2017 telah menjamin 700 ribu lebih, atau tepatnya 734.982 hektar (ha) sawah petani di seluruh Indonesia melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) milik BUMN asuransi itu sejak 2015. “Itu untuk produk AUTP, sedangkan untuk AUTS (Asuransi Usaha Ternak Sapi) sudah terjamin atau tercover asuransinya sebanyak 57.175 ekor sapi,” kata Kepala Biro Humas Jasindo, Reni Rizal dalam keterangan tertulis terkait HUT ke-44 perseroan di Jakarta, Minggu (4/6).

Menurut Reni Rizal, pihaknya sejak 2015 telah dipercaya oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk membantu pemerintah dalam memberikan perlindungan risiko kerugian kepada para petani padi melalui produk Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS).”Tren kesadaran petani untuk berasuransi meningkat dan ini antara lain dipicu oleh kedua program itu,” kata Reni.

Sementara itu, terkait dengan syukuran hari jadi, Reni menyebutkan, pihaknya menggelar acara berbuka puasa bersama dan pemberian santunan serta sembako murah kepada 5.000 yatim, fakir dan miskin di seluruh cabang di Indonesia secara serentak, Jumat (2/6). Ketua Panitia Pelaksana, M. Baihaqi mengatakan bahwa perhelatan acara HUT kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan maka acaranya disesuaikan sekaligus berbagi dengan sesama.

Selain itu, dalam hal kemasyarakatan lainnya, perseroan mendirikan Kampung Sehat Jasindo dengan kegiatan penyuluhan dan pengobatan gratis kepada masyarakat sekitar Kampung Lemper, Citeureup, Bogor.”Kami selain memberikan pelatihan keterampilan daur ulang barang bekas sebagai penghasilan tambahan warga yang diharapkan mampu untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya,” kata Baihagi.

Bukti klaim Jasindo dalam kiprahnya sebagai penyedia jaminan bagi usaha tani, pada akhir 2016, puluhan petani di Desa Bukur Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan telah memperoleh ganti rugi dan bukti klaim terhadap rusaknya tanaman padi seluas 10 ha akibat serangan hama tikus pada awal Desember 2016. Kepala Bidang Sarpras dan Pengembangan Usaha Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan Kabupaten Pekalongan Sandi Nurasad menjelaskan, mereka memperoleh klaim ganti rugi karena masuk asuransi usaha tanam padi.

Sesuai ketentuan, tanaman padi yang gagal panen karena diserang hama dengan tingkat kerusakan mencapai 75 persen bisa memperoleh ganti rugi Rp6 juta per ha.”Proses pengajuan klaim asuransi melalui verifikasi petugas PT Jasindo dan petugas dinas pertanian,” kata Sandi dengan proses pencairan klaim asuransi ini cukup cepat yakni hanya sekitar dua minggu.Total klaim yang diterima saat itu mencapai Rp60 juta dan diterima oleh Ketua Kelompok Tani Desa Bukur, Kecamatan Bojong, Sutarjo.