Menteri Susi saat membuka Kongres II ISKINDO di Jakarta.

INDOAGRIBIZ–Indonesia sebagai poros maritim dunia bukan hanya sebuah keniscayaan saja, namun harus dikawal dengan upaya nyata. Gerakan membangkitkan kejayaan maritim Indonesia digaungkan ISKINDO (Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia) dalam gelaran kongres keduanya, di Hotel Arya Duta Jakarta, pada Jumat, (26-27/1).

Ikut hadir dalam kongres ini Menteri Kelautan dan Perikanan. Menteri Susi berpesan, “Wajib bagi anda sarjana kelautan untuk mengingat, menjunjung tinggi keberhasilan Dr Djuanda sehingga Indonesia menjadi satu kesatuan kedaulatan. Presiden canangkan visi laut masa depan bangsa dan poros maritim dunia, ini harus paralel harus berjalan bersama,” tegas Menteri Susi.

Menteri Susi juga mengingatkan agar ISKINDO memberikan peran mendorong industri maritim nasional. Ikut angkat suara, Ketua Umum ISKINDO, M. Zulficar Mochtar menyampaikan bahwa ISKINDO mengukuhkan diri sebagai organisasi wadah silaturahim lulusan sarjana kelautan di Indonesia yang berjumlah tidak kurang dari 15 ribu orang.

Lebih lanjut Zulficar menyampaikan bahwa ISKINDO ke depan akan terus mendorong
agenda pembangunan berkelanjutan pada setiap pembangunan maritim di Indonesia, dengan mengharmoniskan ekonomi, ekologi, sosial dalam governance yang baik untuk masyarakat sekarang dan masyarakat mendatang.

Kongres ini selain dihadiri anggota ISKINDO, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, juga Prof Dr. Indroyono Soesilo, selaku Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata RI. Hadir juga Viva Yoga Mauladi, M.Si, Pimpinan Komisi IV DPR-RI serta Wakil Bupati Anambas.

Dalam kongres iniĀ akan dibahas beberapa usulan yang akan disampaikan kepada Presiden. Antara lain perlunya menjadikan maritim fokus pembangunan, penyelesaian 9 peraturan pemerintah turunan undang-undang kelautan, penguatan substansi konservasi laut dalam Undang-undang, serta mendukung implementasinya, membangun tol laut yang efisien, peningkatan sertifikasi pekerja maritim, penuntasan transisi kewenangan pengelolaan pesisir dan laut, melanjutkan agenda pemberantasan IUU Fishing dan destructive fishing, hingga pemanfaatan energi baru kelautan. [dia]