Inovasi yang Membuka Peluang, IQFAST Kementan Terpilih Menjadi 45 Top
Inovasi Layanan Publik 2020
Jakarta – Kementerian PANRB secara daring mengumumkan bahwa inovasi
IQFAST (Indonesia Quarantine Full Automation System) dari Badan
Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian menjadi salah
satu Top 45 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2020.
Setelah sebelumnya (30/6) Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo
mempresentasikan aplikasi besutan Barantan secara langsung dihadapan
tim juri independen Sinovik.”Saya mau aplikasi ini menjadi terdepan
dalam inovasi layanan publik,” kata pria yang biasa disapa SYL ini
dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Kamis (30/7).
Mentan SYL juga mengapresiasi KemenpanRB yang telah menyelenggarakan
lomba ini sebagai bagian dari mewujudkan Indonesia Maju, katanya saat
itu.
Sebagai informasi, IQFAST lolos setelah menyisihkan kurang lebih 2.250
proposal dari berbagai Kementeria/ Lembaga, BUMN dan BUMD yang masuk
dan telah melewati tahapan seleksi administratif dan oleh tim panel
independen.
“Kedepan inovasi ini dirancang untuk bisa memberikan peluang
seluas-luasnya bagi para agripreneur. Memberikan informasi dan
inspirasi guna berusaha, ekspor dibidang pertanian,” kata Kepala
Barantan, Ali Jamil melalui keterangan tertulisnya, Senin (27/7).
Menurutnya posisi Barantan yang strategis tidak hanya sebagai garda
perlindungan sumberdaya pertanian, menjaga kelancaran arus barang di
pelabuhan, juga mendorong ekspor komoditas pertanian mengingat
pembatas perdagangan antar negara (trade barrier) kini bukan lagi
hambatan tarif namun lebih ke aspek kesehatan yaitu persyaratan
sanitary and phytosanitary sehingga karantina harus memperkuat hal itu
baik ke dalam maupun kerjasama dengan negara mitra.
“Ini tidak mudah, seperti arahan Mentan SYL, kita bekerjasama dan
harus mewujudkannya dengan cara yang tidak biasa,” ungkap Jamil.
Ichwandi, Kepala Bidang Informasi Perkarantinaan, Pusat Kepatuhan
Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan Barantan yang melakukan
pengelolaan terhadap operasional IQFAST menyampaikan bahwa saat ini
selain fokus pada otomasi layanan bagi pengguna jasa melalui PPK
Online (permohonan pemeriksaan karantina online), IQFAST juga tengah
mengembangkan informasi peta komoditas pertanian IMACE yang diharapkan
bisa memberikan informasi terupdate terkait komoditas pertanian yang
kecenderungannya naik saat ini, termasuk daerah asal dan negara
potensial tujuan ekspornya.
Hal tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi para pelaku
agribisnis guna meningkatkan peluang ekspor dan investasi.
Selain IMACE, IQFAST juga tengah mengambangkan dan menambah kerjasama
sertifikat elektronik dengan negara mitra sehingga menjadi jaminan
keberterimaan produk ekspor. Juga kelancaran arus barang baik impor
maupun ekspor, serta pengembangan jalur prioritas dimana sistem IQFAST
akan memberikan jalur khusus bagi pemgguna jasa yang patuh akan
mendapat layanan prioritas berupa tanpa pemeriksaan fisik, sehingga
barang dapat langsung keluar pelabuhan.
Dalam kesempatan ini, Jamil sekaligus menyampaikan bahwa Barantan
berkomitmen menjaga layanan publik, oleh karena itu jika ada kendala
baik terkait IQFAST maupun layanan Barantan lain agar dapat
disampaikan melalui berbagai media seperti medsos, email, kantor unit
pelayanan teknis, pusat bantuan maupun pada dirinya secara
langsung.”Ayo bantu kami untuk perbaiki layanan karantina, agar
kedepan lebih baik dan baik lagi,” pungkasnya
Sumber foto : laman resmi Kementerian Pertanian