Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian melakukan berbagai inovasi teknologi peternakan untuk mendukung upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab) dalam rangka pancapaian swasembda daging.

Kepala Balitbangtan M Syakir di Bogor, Selasa (8/8) mengatakan, Upsus Siwab merupakan program untuk melakukan percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri.

“Program ini untuk mewujudkan komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada daging sapi yang ditargetkan pada 2026,” katanya pada Seminar dan ekspo Inovasi Teknologi Peternakan dan Veteriner di Puslitbang Peternakan, Bogor.

Inovasi teknologi peternakan dan veteriner yang diterapkan dalam mendukung  program Upsus Siwab yakni pakan tambahan atau aditif yakni Bioplus untuk pedet/anak sapi dan minoxvit untuk pejantan dan induk.

Kemudian, hormon untuk sinkronisasi birahi (estrunak), vaksin untuk pencegahan diare anak sapi yakni vaksin ETEC + VTEC, Kit deteksi penyakit surra dan beberapa penyakit strategis lainnya (Surelisa Kit-Te dan Felisavet), Kit kebuntingan dini (Imunodotbloting) dan hijauan pakan ternak berkualitas (Indigofera sp).

Syakir menyatakan, inovasi teknologi peternakan dan veteriner tersebut terutama diterapkan di lokasi “denfarm” atau lokasi percontohan Upsus Siwab.

Melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak), tambahnya, pihaknya telah menentukan lima lokasi percontohan yang didasarkan pada potensi wilayah pengembangan sapi dan kerbau.

Kelima lokasi percontohan untuk implementasi teknologi peternakan dan veteriner tersebut yakni Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, Kabupaten Pati Jawa Tengah, Kabupaten Lamongan Jawa Timur, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng dan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

“Dengan inovasi teknologi tersebut diharapkan permasalahan produksi dan reproduksi sapi dapat diatasi sehingga terjadi peningkatan produktivitas dan produksi sapi dan kerbau, Ke depan kami mengharapkan teknologi (hasil balitbangtan) dapat diadopsi petani dan memiliki dampak ekonomi,” katanya.

Melalui program Upsus Siwab pemerintah menargetkan kebuntingan sebanyak 3 juta ekor sapi dari 4 juta akseptor sapi/kerbau pada 2017.

Pada kesempatan tersebut Kepala Balitbangtan menyerahkan bantuan berupa bibit ayam, kambing serta tumbuhan hijauan pakan ternak kepada sejumlah peternak. (BAG)