Inilah Jurus  Mentan Syahrul Jamin Ketersediaan Pangan

Jakarta (Indoagribiz).    Indonesia komitmen menjamin ketersediaan pangan, khususnya pada masa pandemi covid 19 dan di tengah ancaman perubahan iklim. Kementerian Pertanian (Kementan) pun telah menetapkan arah kebijakan berupa 5 Cara Bertindak  (CB) dalam rangka menjamin ketersediaan pangan.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo dalam Pertemuan the 13th Global Forum for Food and Agriculture (GFFA) secara virtual  mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) telah  menetapkan arah kebijakan yang mendukung arahan presiden. Diantara kebijakan tersebut adalah,  mewujudkan pertanian Maju Mandiri Modern melalui Cara Bertindak (CB) 1 sampai 5.

“ Arah kebijakan tersebut menjadi pedoman bertindak cerdas, cepat, dan tepat, “ ujar Syahrul,  dalam Pertemuan the 13th Global Forum for Food and Agriculture (GFFA), secara virtual, di Jakarta , Senin (25/1).

Seperti diketahui bahwa pandemi covid 19 yang melanda seluruh dunia membuat ekonomi di banyak negara mengalami pelemahan cukup signifikan.  Kondisi ini menimbulkan beragam krisis. Salah satunya adalah krisis pangan. Bahkan badan pangan dunia Food and Agriculture Organization (FAO) telah mengimbau untuk mewaspadai kemungkinan adanya krisis pangan tersebut.

Mentan dalam pertemuan GFFA yang dihadiri oleh pejabat setingkat menteri dan wakil menteri dari 97 negara serta perwakilan 13 organisasi internasional menyampaikan pengalaman Indonesia dalam upaya menjamin kecukupan pangan melalui rangkaian kebijakan yang dikemas dalam 5 Cara Bertindak (CB).

Nah, apa saja jurus yang dilakukan Mentan  dalam mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan nilai tambah serta ekspor komoditas pertanian. Jurus tersebut adalah : Pertama, meningkatkan kapasitas produksi melalui perluasan areal budidaya baru untuk komoditas strategis.

Kedua, mendorong diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal melalui pemanfaatan pekarangan dan lahan marjinal. Ketiga, memperkuat cadangan pangan dan sistem logistik. Keempat, mengembangkan pertanian modern melalui (i) mekanisasi pertanian; (ii) food estate; dan (iii) korporasi petani. Sedangkan, kelima, gerakan peningkatan ekspor komoditas pertanian.

Menurut Syahrul, melalui berbagai upaya yang dilakukan tersebut sektor pertanian terbukti mampu menjadi penyelamat perekonomian Indonesia di tengah kondisi sulit yang menyebabkan berbagai sektor nyaris lumpuh. Hal ini terlihat dari peningkatan kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) di kuartal III tahun 2020 yang  menguat  sebesar 14,58 persen.

Dalam rilisnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa hanya sektor pertanian yang mengalami pertumbuhan positif, yakni tumbuh sebesar 2,15 persen (y on y).

Forum Pertemuan GFFA  jugamenyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya Menteri Pertanian dalam menjaga ketersediaan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia ditengah pandemi covid – 19 yang tengah melanda dunia. (ind)