Jakarta(Indoagribiz). Perwakilan aksi demonstrasi ribuan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Indonesia (ANI) kemarin (11/7/17) diterima oleh Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, atas perintah langsung Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo.

Koordinator Lapangan Aksi Damai Nelayan tersebut Rusdianto Samawa kepada Indoagribiz.com mengatakan, pertemuan dengan Stafsus Presiden itu telah menghasilkan empat keputusan.

Pertama, pemerintah memberikan kelonggaran dan kemudahan kepada nelayan cantrang dan atau payang untuk kembali melaut dengan tidak membatasi Gross Ton kapal dan tidak ada penangkapan oleh aparat sampai dengan Desember 2017.

Kedua, pemerintah akan melakukan kajian komprehensif tentang cantrang dan atau payang hingga Desember 2017, dan jika terbukti bahwa cantrang dan atau payang tidak merusak lingkungan, maka akan dilegalkan secara nasional.

Ketiga, pihak Istana akan mengunjungi sentra-sentra nelayan cantrang dan atau payang di berbagai wilayah secepatnya untuk melihat secara langsung fakta di lapangan.

Keempat, Presiden RI Ir. H. Joko Widodo berjanji akan mengundang Perwakilan Nelayan, masing-masing 2 (dua) orang per daerah untuk berdialog secara langsung dalam waktu dekat.

Sebelumnya, pada 11 Juli 2017 ribuan nelayan melakukan aksi di depan Istana Merdeka. Mereka menuntut agar Presiden Jokowi  segera mengganti Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti karena dinilai telah menyengsarakan nelayan dengan berbagai kebijakannya. Salah satunya soal larangan alat tangkap cantrang. (NS)