RI Pelopori Ekonomi Kelautan Berkelanjutan Dunia Saat Pandemi COVID-19
Jakarta – Indonesia ikut memelopori pernyataan bersama pemimpin dunia
mengenai pentingnya peran ekonomi kelautan berkelanjutan setelah
merebaknya pandemi COVID-19.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam siaran pers yang
diterima di Jakarta, Sabtu (4/7), menjelaskan bahwa pernyataan bersama
tersebut sebagai pengingat bagi para pemimpin dunia mengenai
pentingnya menjaga keberlanjutan laut bagi masa depan manusia di
tengah pandemi COVID-19.
Pernyataan bersama tersebut telah disepakati oleh para pemimpin negara
pelopor dan dipublikasikan secara serentak saat peringatan Hari Laut
Sedunia ke-12 pada 8 Juni 2020.
Ada 14 pemimpin negara anggota High Level Panel for A Sustainable
Ocean Economy di dalamnya, antara lain pemimpin Norwegia, Ghana,
Meksiko, Cile, Jepang, dan Presiden Joko Widodo dari Indonesia.
“Keikutsertaan Indonesia dalam pernyataan bersama tersebut mengukuhkan
peran aktif dan kepemimpinan Indonesia sebagai champion isu-isu
kelautan dan perikanan di tengah perjuangan negara-negara di dunia
melawan COVID-19,” ujar Menteri Edhy.
Dalam pernyataan bersama tersebut, para pemimpin dunia termasuk
Indonesia, sepakat memajukan nilai-nilai ekonomi lautan berkelanjutan,
perlindungan yang efektif, produksi berkelanjutan, dan kesejahteraan
yang adil.
Dengan demikian diyakini bahwa laut sebagai solusi menuju dunia yang
lebih tangguh dan makmur.
Masih dalam pernyataan bersama juga dijelaskan bahwa laut merupakan
pondasi bagi ekonomi global. Disebutkan, lautan diperkirakan
menyumbang lebih dari 2,5 triliun dolar AS per tahun dalam layanan
bernilai tambah sebagai sumber pangan dan sumber penghasilan bagi
lebih dari 3 miliar orang di dunia, dan mengangkut sekitar 90 persen
perdagangan dunia.
Laut dinilai merupakan sumber energi terbarukan dan bahan utama
memerangi penyakit, sehingga investasi dalam ekonomi kelautan
berkelanjutan merupakan kesepakatan yang sangat baik bagi ekonomi
global, keberlanjutan laut, dan kesejahteraan masyarakat.