HPS ke-41, Sektor Perkebunan Mampu Bertahan Ditengah Pandemi

Cirebon (Indoagribiz)—  Pertanian merupakan salah satu sektor yang mampu bertahan di tengah ancaman pandemi Covid 19.  Bahkan,  ekspor produk pertanian, khususnya perkebunan menunjukkan kinerja cukup bagus dan membanggakan.

Ditengah pandemi Covid 19 yang sudah berlangsung kurun dua tahun ini tak membuat Kementerian Pertanian (Kementan) menyerah dan berputus asa. Justru sebaliknya, Kementan konsisten terus mendorong dan berupaya menciptakan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern.  Kementan juga berinovasi melakukan terobasan untuk membangun sektor pertanian.

Sebagai bentuk apresiasi kerja keras dan memotivasi para petani serta pelaku usaha pertanian yang telah giat dan terus berupaya mendorong dan mengembangkan sektor pertanian,  Kementan  menyelelanggarakan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-41. HPS ke-41 kali ini diselenggarakan di Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (25/10), lalu.

Dalam acara yang  melibatkan seluruh stakeholder dan pemangku pertanian, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak  semua pihak untuk lebih bersemangat dalam menghadapi tantangan ke depan.

“ Saya juga ingin mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih semua pihak dan petani yang telah berjuang untuk mempersiapkan pangan,”  kata Mentan SYL.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan SYL menghimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya memperkuat ketahanan pangan. Kontribusi tersebut tak hanya untuk lingkup daerah atau nasional, tapi juga dunia.

“HPS ini bukan seremonial, bukan proyek tetapi edukasi tentang program terukur, cara dan tatakelola (manajemen) hulu-hilir pertanian dan perilaku insan pertanian yang sesuai dengan tantangan era,” kata Mentan SYL, di Cirebon, Senin (1/11).

Pada rangkaian acara peringatan HPS ke-41, terdapat kegiatan panen serentak komoditas pertanian termasuk komoditas perkebunan, dialog Mentan SYL dengan petani dan dinas melalui virtual, pemberian penghargaan kepada petani berprestasi serta menampilkan produk-produk hasil olahan komoditas pertanian di mini stand pameran HPS.

Sedangkan lokasi tanam dan panen dilaksanakan serentak di 34 Provinsi, sebanyak 83  lokasi tanam dan panen, berupa komoditas padi, jagung, sorgum, kedelai, kacang tanah, melon, cabai, pisang,nanas, bawang merah, brokoli, tomat, bunga, kelapa sawit dan kopi.  Pada 41 titik lokasi turut hadir ulama /tokoh agama di masing-masing provinsi.

Panen Sawit dan Kopi

Panen komoditas perkebunan, khususnya kelapa sawit dilaksanakan di  Kab. Musi Banyu Asin, Provinsi Sumatera Selatan seluas 734,49 Ha. Kemudian, panen kelapa sawit di Kab. Rokan Hulu, Provinsi Riau seluas 857 ha. Sedangkan lokasi panen kopi arabika dilakukan di  Kab. Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan seluas 1 ha.

Pada acara HPS tersebut, Mentan SYL juga memberikan bantuan kepada sejumlah kelompok tani. Bantuan tersebut berupa benih kopi arabika kepada Kelompok Tani Palita, Dusun Dante Kala’ciri, Desa Potokullin, Kec. Buntu Batu Kab. Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan.

Anwar, selaku Ketua Kelompok Tani Palita, Dusun Dante Kala’ciri, Desa Potokullin, Kec. Buntu Batu, yang melaksanakan panen kopi arabika bertepatan dengan peringatan HPS ke 41, sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan Kementerian Pertanian.

“Terimakasih atas bantuan Kementerian Pertanian dan atas kesempatannya, kelompok tani kami bisa ikut terlibat memeriahkan peringatan HPS ke 41 dengan melakukan panen kopi ini. Kedepannya kami mohon dukungan bantuan benih kopi, semoga hasil produksi maupun produktivitas kopi kami semakin berkualitas dan bermutu daya saing,” ujar Anwar saat melakukan panen kopi pada peringatan HPS Ke-41 secara virtual.

Pada kesempatan yang sama, Muslimin Bando, Bupati Enrekang saat menghadiri panen kopi secara virtual mengatakan,  peringatan HPS ke 41 ini telah dilaksanakan panen Kopi di Desa Potokullin, Kec. Buntu Batu, seluas 1 ha, milik kelompok tani Palita.

“  Kami sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas kerjakeras para petani dalam mengembangkan kopi arabika ini,” ujarnya.

Sedangkan di lokasi panen lainnya, Beni Hernedi, Plt Bupati Musi Banyuasin, saat melakukan panen kelapa sawit secara virtual, mengatakan,  lokasi panen kelapa sawit di Kab. Musi Banyuasin, milik Koperasi Produsen Kelapa Sawit (KPKS) Suka Makmur, Desa Sukadamai Baru, Kec. Sungai Lilin seluas panen seluas 734,49 Ha. Produksi sawit koperasi tersebut mencapai 7,4 ribu ton dengan produktivitas rata-rata sebanyak 10 ton/ha.

“Umur tanaman sawit ini sini 45 bulan atau 3,75 tahun. Produktivitas  sawit yang ditanam petani di sini di atas standar produksi kelapa sawit sebesar 4 ton/ha/tahun diumur 36 bulan atau 3 tahun,” ujar Beni.

Menurut Beni Hernedi, kebun sawit yang dikelola petani  mampu berproduksi dengan baik. Berkat bantuan dana BPDPKS yang dipadu dengan dana KUR, sawit yang dikelola petani bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

” Petani telah melakukan peremajaan sawitnya secara swadaya dan menjadi salah satu pasokan bahan baku pabrik IVO. Diperkirakan  kebun sawit nanti pada usia 10 tahun dapat mencapai produktivitas sebanyak 34 ton/ha/tahun pada tahun 2028,” kata Beni.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kab. Rokan Hulu mengungkapkan,  panen sawit dilaksanakan di kebun KUD Bangkit Usaha Makmur, Desa Bencah Kesuma, Kec. Kabun, dengan luas panen 857 ha. Sedangkan produksi sawit saat ini mencapai 2,8 ribu ton.  Produktivitas sawit di Kab. Rokan Hulu ini rata-rata 3,3 ton/ha, dengan umur tanaman 34 bulan atau 2,8 tahun.

Produktivitas sawit yang di tanam petani Kab. Rokan Hilir  berpotensi diatas standar produksi kelapa sawit sebesar 4 ton/ha/tahun diumur 36 bulan atau 3 tahun. “Kebun kelapa sawit ini telah berproduksi dengan baik. Kebun ini merupakan hasil dari peremajaan yang dilakukan secara swadaya petani. Saat melakukan peremajaan, petani juga mengembangkan pola tumpang sari dengan jagung, ubi, pisang, kacang panjang dan lainnya,” ujarnya.

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Ciptaningsih, dalam sambutannya mewakili Bupati Cirebon mengatakan, terima kasih kepada Menteri Pertanian, Gubernur Jawa Barat, para petani dan seluruh stakeholder yang telah memajukan sektor pertanian khususnya Kab Cirebon.

“ Mari kita terus tingkatkan pembangunan pertanian agar bertambah maju, semoga usaha tani yang dilakukan selalu sukses dan lebih maju sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,”  Wahyu Ciptaning.

Sementara itu, Kepala Perwakilan FAO di Indonesia, Rajendra Aryal mengatakan, HPS diperingati untuk kedua kalinya selama pandemi Covid-19. Di berbagai belahan dunia, pandemi ini telah membahayakan akses masyarakat ke pangan dan mempengaruhi seluruh sistem pertanian pangan.

“ Tema global HPS tahun ini merupakan tindakan kita adalah masa depan kita, untuk produksi, nutrisi, lingkungan dan kehidupan yang lebih baik (four betters). Ini menyoroti pentingnya sistem pertanian pangan yang berkelanjutan untuk dunia yang lebih tangguh mengantisipasi tantangan di masa depan,” paparnya.

Menurut Rajendra, pemerintah Indonesia telah menunjukkan upaya luar biasa untuk mengatasi dampak negatif pandemi terhadap mata pencaharian masyarakat. Ketahanan Indonesia di sektor pertanian ditunjukkan dengan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang meningkat,  meskipun ekonomi melambat akibat pandemi covid-19.

“ Capaian ini tercermin dalam tema nasional tahun ini yaitu pertanian meningkat, pangan cukup di tengah krisis dan pandemi global,” ujarnya.

Dikatakan, sistem pertanian dan pangan mempekerjakan 1 miliar orang di seluruh dunia, lebih banyak dari sektor ekonomi lainnya. FAO, IFAD dan WFP mendukung pemerintah dalam transformasi sistem pertanian dan pangan dari produksi hingga pemrosesan dan penjualan untuk mengidentifikasi bagaimana inovasi dalam kebijakan dan institusi dapat menciptakan lingkungan yang mendukung sistem pangan yang berkelanjutan.

“ Kita membutuhkan tindakan kolektif dan bersama untuk mengubah sistem pertanian pangan kita. FAO bekerjasama untuk melakukan perubahan pada sistem pertanian di Indonesia,” pungkasnya. (Humas Ditjenbun/ind)

Sumber Foto. Dok: Humas Ditjen Perkebunan